Apa Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Buah Pepaya untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui yang Wajib Kamu Ketahui

by admin
0 comment

Siapa yang tak kenal dengan buah pepaya? Buah berwarna oranye cerah ini memiliki rasa yang manis dan banyak disukai. Pepaya atau Carica Papaya merupakan tumbuhan khas daerah tropis. Pepaya berasal dari Meksiko dan daerah lain di sekitar Amerika Selatan, kemudian pepaya menyebar secara alami ke berbagai daerah tropis dan subtropis lainnya, seperti Asia Tenggara, Hawai, California, dan Florida.

Pohon pepaya memiliki ukuran yang lebih kecil dari pohon lainnya. Biasanya pohon pepaya hanya memiliki satu batang utama dan tidak memiliki cabang. Daunnya tersusun secara spiral mendekati pangkal atas pohon. Daunnya berukuran besar dengan bentuk menjari. Buah pepaya memiliki bagian perut yang besar, dengan ukuran panjang sekitar 15 – 45 cm dan diameter sekitar 10 – 30 cm. Ketika matang buahnya terasa lebih lunak dan berwarna oranye.

88% dari buah pepaya adalah air, 11% karbohidrat, dan sedikit lemak dan protein. Dalam 100 gram buah pepaya terdapat 62 mg vitamin C, 38 mcg folat, dan vitamin penting lainnya, seperti vitamin A, B, E, dan K, serta mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi. Buah pepaya juga mengandung phytochemical seperti karotenoid, dan folifenol.

Kandungan nutrien dalam pepaya yang tinggi menjadikan buah pepaya sebagai buah yang kaya manfaat. Salah satunya, buah pepaya bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui. Apa saja manfaat buah pepaya untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui? Serta bagaimana buah pepaya dapat bermanfaat? Mari kita bahas dalam uraian berikut ini.

  1. Buah pepaya dapat meredakan nyeri dada akibat heartburn

Heartburn merupakan nyeri pada dada bawah dekat jantung akibat iritasi dinding kerongkongan. Heartburn pada ibu hamil terjadi sebagai akibat tingginya kadar hormon progesteron di dalam tubuh, yang menyebabkan relaksasi pada otot cardiac sphincter. Otot cardiac sphincter ini berfungsi untuk menutup perbatasan antara kerongkongan dan lambung, untuk mencegah isi lambung naik ke kerongkongan. Relaksasinya sphincter ini mengakibatkan isi lambung yang asam naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Iritasi dinding kerongkongan ini menyebabkan nyeri dan sensasi terbakar di sekitar area jantung. Nyeri akibat heartburn dapat menjalar hingga ke leher dan tenggorokan, serta bertambah parah ketika ibu berbaring, bersandar setelah makan, atau ketika memakai pakaian ketat. Biasanya heartburn terjadi pada trimester ketiga kehamilan.

Buah pepaya memiliki kemampuan untuk melancarkan pencernaan dan membantu menetralisir keasaman berlebih pada lambung. Hal ini menjadikan buah pepaya bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi heartburn pada ibu hamil. Selain dengan mengonsumsi buah pepaya, ibu juga harus membatasi makanan berlemak, tidak makan berlebihan, duduk dan tidak berbaring selama 1 – 3 jam setelah makan, dan hindari makanan pedas, coklat, kopi, soda dan peppermint. Makanan-makanan tersebut dapat menstimulasi pelepasan asam lambung, yang kemudian dapat naik hingga ke kerongkongan dan menyebabkan heartburn.

  • Buah pepaya dapat mengatasi masalah konstipasi

Konstipasi atau susah buang air besar merupakan masalah yang paling sering terjadi pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama kehamilan. Peningkatan kadar hormon progesteron selama kehamilan menyebabkan penurunan kontraktilitas pada saluran pencernaan, menyebabkan sisa makanan berjalan lebih lambat di usus besar dan penyerapan cairan di usus besar menjadi meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Kebiasaan ibu yang kurang bergerak, kurang asupan serat, dan kurang minum juga dapat menyebabkan konstipasi. Selain itu, saat hamil usus besar akan tertekan oleh rahim dan janin yang membesar, sehingga buang air besar semakin sulit dan perut menjadi tidak nyaman. Konsumsi suplemen zat besi dan kalsium juga berkontribusi untuk menyebabkan konstipasi pada trimester pertama dan ketiga kehamilan.

Buah pepaya merupakan buah yang sangat kaya akan serat. Buah pepaya terbukti dapat melancarkan pencernaan dan mempermudah buang air besar. Oleh karena itu, buah pepaya sangat efektif untuk mengatasi konstipasi pada masa kehamilan. Selain itu, perlu juga untuk meningkatkan aktivitas fisik, seperti senam hamil dan olah raga ringan, minum 6 – 8 gelas per hari, minum air hangat untuk menstimulasi pergerakan usus, mengurangi minuman soda, dan menghindari konsumsi keju berlebih.

  • Buah pepaya dapat mengurangi gas dan mengatasi kembung

Memasuki trimester kedua kehamilan, ibu akan mengalami masalah dengan gas yang dalam bahasa medis dikenal dengan flatulence. Flatulence merupakan kondisi buang angin atau kentut berlebih. Flatulence terjadi akibat peningkatan hormon progesteron, sehingga pergerakan saluran cerna menjadi menurun. Ukuran rahim yang semakin membesar dan menekan usus, juga menghambat pergerakan makanan dan sisa makanan di usus, sehingga memungkinkan bakteri dalam usus untuk memproduksi lebih banyak gas. Kondisi tersebut menyebabkan ibu hamil buang angin secara berlebih dan mengalami perut kembung.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, buah pepaya memiliki kandungan serat yang tinggi. Kandungan serat ini bermanfaat untuk menstimulasi pergerakan usus dan mempercepat pergerakan sisa makanan di usus. Dengan lancarnya pergerakan makanan dan sisa makanan, maka bakteri tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi gas, sehingga buah pepaya efektif untuk mengatasi gas berlebih dan perut kembung. Selain itu, disarankan ibu hamil untuk menghindari makanan yang menyebabkan gas, seperti buncis, kol, bawang merah, dan makanan lain yang mengandung banyak gula putih. Hindari juga mengunyah permen karet, minuman bersoda, keju, dan mints.

  • Buah pepaya dapat meningkatkan produksi ASI

ASI merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi, terutama bayi baru lahir yang belum dapat mengonsumsi makanan apapun. Selama masa menyusui sangat penting bagi ibu untuk memproduksi ASI yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Namun terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat atau mengganggu produksi ASI seperti kelahiran sesar, hamil pertama, proses persalinan lama, perdarahan pasca persalinan, kelahiran prematur, penyakit diabetes, hipotiroidism, obesitas, gangguan endokrin, bagian plasenta yang tertinggal, riwayat operasi payudara, stress, merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan tertentu (antihistamin, pil KB).

Untuk memaksimalkan produksi ASI, diharapkan ibu menyusui bayi secara teratur, bila perlu lakukan pompa ASI setiap 1,5 – 2 jam sekali selama beberapa hari. Selain itu, dapat juga dimaksimalkan dengan mengonsumsi buah pepaya karena buah pepaya memiliki efek laktogenik yang membantu meningkatkan produksi ASI. Untuk hasil yang lebih maksimal, ibu dapat memilih pepaya hijau karena pepaya hijau lebih laktogenik dibanding pepaya oranye.

Buah pepaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Namun perlu diperhatikan bahwa saat sedang hamil, ibu hanya boleh mengonsumsi pepaya yang sudah benar-benar matang. Mengonsumsi pepaya yang belum matang pada saat hamil dapat mengancam pertumbuhan janin. Buah pepaya yang belum matang atau belum matang sempurna mengandung zat bernama latex. Latex mengandung enzim yang disebut papain. Enzim ini dapat mengancam pertumbuhan dan perkembangan janin. Papain dapat merusak membran sel janin dan mengancam kelangsungan hidupnya. Papain juga dapat menyebabkan perdarahan di dalam rahim, serta memicu kontraksi rahim sehingga berpotensi menjadikan bayi lahir prematur. Oleh karena itu, ibu hamil perlu menghindari buah pepaya yang belum benar-benar masak. Konsumsilah buah pepaya yang sudah matang dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan untuk mendapatkan manfaatnya.

Related Posts

Leave a Comment