Apa Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Daun Kelor untuk Kesehatan Rahim Ibu Hamil dan Menyusui yang Wajib Mom’s Ketahui

by admin
0 comment

Tanaman daun kelor merupakan tanaman yang dapat kita temukan di lingkungan sekitar, biasanya ditanam di kebun atau ladang. Tanaman daun kelor atau Moringa oleifera merupakan tanaman yang berasal dari Asia Selatan. Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah dengan iklim tropis dan subtropis, serta tahan dengan kondisi panas yang ekstrim. Pada kondisi iklim yang sesuai tanaman daun kelor dapat tumbuh cepat dan berumur panjang.

Tanaman daun kelor dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 7 – 11 meter. Batangnya berkayu, berwarna putih kotor, dan permukaan kulitnya kasar. Daun kelor sendiri merupakan daun majemuk dengan tangkai yang panjang dan daunnya tersusun berseling. Daun kelor muda berwarna hijau muda, dan semakin tua usianya semakin gelap warnanya. Tanaman daun kelor juga memiliki buah berbentuk segitiga panjang, berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna coklat ketika sudah tua. Bunga daun kelor berwarna putih kekuningan.

Di Indonesia, daun kelor dijadikan bahan pangan dan sering digunakan untuk obat. Daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik, bahkan sangat direkomendasikan oleh badan kesehatan dunia untuk dikonsumsi pada masa pertumbuhan. Daun kelor mengandung vitamin C hingga 7 kali lebih banyak dari jeruk, kalsium hingga 4 kali lebih banyak dari susu, vitamin A hingga 4 kali lebih banyak dari wortel, protein hingga 2 kali lebih banyak dari susu, dan kalium yang 3 kali lebih banyak dari pisang. Kandungan-kandungan tersebut menjadikan daun kelor memiliki segudang manfaat, khususnya untuk kesehatan. Salah satunya adalah manfaat daun kelor untuk kesehatan rahim ibu hamil dan menyusui. Apa saja dan bagaimana daun kelor dapat bermanfaat bagi ibu hamil dan menyusui? Mari kita bahas dalam penjelasan berikut.

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Rahim Ibu Hamil

  1. Daun kelor baik untuk suplai oksigen, termasuk untuk rahim

Hemoglobin merupakan bagian dari sel darah merah yang berperan untuk mengikat oksigen dan menyalurkannya ke seluruh tubuh. Saat memasuki masa kehamilan, jumlah sel darah merah di dalam tubuh meningkat hingga 25% sampai 33% lebih tinggi daripada saat tidak hamil. Peningkatan ini sangat penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan oksigen yang meningkat ke area rahim akibat perkembangan janin. Namun peningkatan sel darah merah ini tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma darah (cairan darah) yang lebih tinggi akibat faktor perubahan hormon dan penambahan penyimpanan air di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan ibu hamil sangat rentan mengalami anemia pada masa kehamilan, terlebih jika memang sebelum hamil sudah memiliki penyakit anemia.

Penyakit anemia selama masa kehamilan dapat mengancam kesehatan dan perkembangan janin. Kondisi anemia menyebabkan oksigen lebih yang terikat hemoglobin menjadi lebih sedikit, dan beresiko menyebabkan suplai darah ke rahim dan janin tidak cukup, yang selanjutnya dapat mengancam janin.

Untuk mengatasi masalah ini, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi atau dikenal dengan obat penambah darah. Selain itu, dapat juga dibantu dengan menggunakan daun kelor. Daun kelor memiliki kandungan zat besi dan kalsium yang tinggi, yang mana kedua zat tersebut sangat diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, terutama hemoglobin. Dengan demikian, ibu hamil akan terhindar dari anemia dan penyakit anemia teratasi, sehingga suplai oksigen ke seluruh tubuh, terutama ke rahim dan janin, akan maksimal dan kebutuhan oksigen terpenuhi.

  • Daun kelor mengandung nutrisi tinggi untuk rahim dan janin

Saat hamil, ibu tidak hanya harus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk dirinya namun juga untuk janinnya. Daun kelor merupakan daun yang sangat tinggi akan nutrisi penting, seperti zink, vitamin A dan C, kalium, kalsium, polifenol, flavonid, dan protein. Nutrisi tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan rahim dan memaksimalkan fungsinya sebagai tempat berkembangnya janin. Selain itu, polifenol, flavonoid, dan vitamin C dipercaya dapat mencegah kecacatan pada janin dengan cara melindungi janin dari kerusakan DNA.

Untuk mendapatkan manfaat daun kelor untuk kesehatan rahim ibu hamil, ibu dapat mengolah daun kelor dengan cara direbus dan dibuat teh. Cara membuat air rebusan daun kelor yaitu dengan merebus daun kelor yang telah dicuci dengan 3 gelas air. Didihkan dan biarkan hingga tersisa satu gelas. Kemudian saring dan minum air rebusan daun kelor selagi hangat tanpa campuran apapun.

Sementara itu untuk dibuat teh, daun kelor yang telah dicuci bersih harus dijemur hingga kering sempurna. Lalu tumbuk hingga berbentuk bubuk. Untuk menyeduh teh daun kelor, ambil 2 sendok daun kelor bubuk dan campur dengan air panas. Bubuk daun kelor juga dapat dicampurkan ke dalam berbagai makanan dan minuman.

Manfaat Daun Kelor untuk Ibu Menyusui

  • Daun kelor dapat membantu produksi ASI

Selama masa kehamilan, peningkatan hormon estrogen dan progesteron menstimulasi perkembangan payudara sebagai persiapan untuk masa menyusui. Hormon prolaktin yang bertanggung jawab terhadap produksi ASI juga meningkat seiring dengan perkembangan kehamilan. Namun, selama proses kehamilan, produksi ASI dihambat oleh hormon progesteron yang dihasilkan oleh plasenta. Ketika plasenta dilahirkan saat proses persalinan, maka tidak ada lagi penghambat produksi ASI dan ASI mulai dapat dikeluarkan. Namun jika hingga hari ketiga atau keempat payudara tidak distimulasi dengan cara disusukan pada bayi, maka kadar prolaktin akan menurun dan produksi ASI terganggu.

Terdapat beberapa faktor lain yang dapat menghambat produksi ASI, di antaranya yaitu persalinan cesar, persalinan pertama, persalinan lama, perdarahan pasca persalinan, kelahiran prematur, diabetes tipe I, hipotiroid, obesitas, penyakit endokrin, bagian plasenta yang tertinggal, riwayat operasi payudara, dan stress. Selain itu, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obat tertentu juga dapat menyebabkan gangguan produksi ASI.

Untuk meningkatkan produksi ASI maka disarankan untuk menyusui bayi secara teratur, jika perlu lakukan pompa ASI setiap 1,5 sampai 2 jam sekali, hindari merokok, alkohol, dan konsultasikan setiap obat yang akan dikonsumsi dengan dokter. Selain itu dapat pula dibantu dengan menggunakan daun kelor.

Daun kelor mengandung vitamin dan mineral penting, serta zat aktif lainnya yang baik untuk proses menyusui, sehingga daun kelor sangat disarankan untk dikonsumsi oleh ibu pada masa kehamilan dan setelah persalinan. Daun kelor dapat diolah menjadi sayur untuk dikonsumsi. Daun kelor dapat menstimulasi produksi ASI dan meningkatkan produksinya. Penelitian menunjukkan, ibu yang mengonsumsi daun kelor secara rutin memproduksi ASI dua kali lebih banyak dibanding ibu yang tidak mengonsumsi daun kelor.

Daun kelor merupakan daun yang aman dan bermanfaat untuk dikonsumsi, terutama oleh ibu hamil dan menyusui. Namun kebersihan dalam pengolahannya tetap menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Daun kelor harus dikonsumsi secara tidak berlebihan. Ibu tidak boleh mengonsumsi daun kelor melebihi 3000 mg/kg berat badan, karena melebihi jumlah tersebut dapat mengakibatkan efek negatif yang tidak diinginkan.

Related Posts

Leave a Comment