Apa Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Petai untuk Kesehatan Ginjal

by admin
0 comment

Petai merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi bagi orang Indonesia. Makanan yang memiliki bau menyengat ini banyak disukai oleh sebagian orang. Petai atau Parkia speciosa merupakan pohon dari daerah tropis yang termasuk ke dalam suku polong-polongan. Tumbuhan petai tersebar di berbagai daerah di Indonesia khususnya Nusantara bagian barat.

Pohon petai termasuk pohon menahun dengan tinggi dapat mencapai 20 m. Pohon petai dapat tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan, tumbuh subur di daerah dengan tanah yang bertekstur halus, serta di tempat yang terkena sinar matahari sepanjang hari. Daun pohon petai tumbuh majemuk dan sejajar. Bunganya muncul di dekat ujung ranting. Biasanya memerlukan waktu 3 – 4 bulan setelah terjadi penyerbukan bunga hingga petai siap dipanen.

Buah petai berukuran besar dan memanjang. Dalam satu buah petai terdapat sekitar 20 biji. Jika dikonsumsi, petai akan menimbulkan bau pada mulut dan air kencing. Penyebab bau ini adalah kandungan berbagai asam amino dalam petai yang didominasi oleh asam amino yang mengandung sulfur. Ketika terpotong menjadi bagian yang lebih kecil, asam amino tersebut akan menghasilkan gas H₂S atau hidrogen sulfida yang dikenal sangat bau.

Meskipun petai seringkali dihindari karena menyebabkan bau mulut hingga beberapa hari setelah mengonsumsinya, namun ternyata petai dipercaya menyimpan manfaat untuk kesehatan. Salah satu manfaat kesehatan dari petai yang sedang banyak diperbincangkan adalah manfaatnya untuk memelihara kesehatan ginjal. Kira-kira apa saja manfaat petai untuk ginjal dan benarkah petai bisa bermanfaat untuk ginjal? Mari kita bahas dalam penjelasan berikut ini.

Ginjal merupakan organ yang kompleks dan memiliki banyak fungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh. Fungsi utama ginjal adalah untuk membuang zat sisa metabolisme, memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membantu mempertahankan keseimbangan asam basa di dalam tubuh. Hormon yang diproduksi oleh ginjal memiliki peran penting dalam mengontrol tekanan darah, membantu produksi sel darah merah, dan metabolisme tulang. Ginjal juga penting dalam mempertahankan lingkungan intrasel dan ekstrasel agar sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan normal.

Ginjal merupakan sepasang organ yang terletak di bagian perut belakang atas. Ginjal kanan terletak sedikit lebih bawah dari ginjal kiri karena berdekatan dengan hati. Ginjal berukuran panjang sekitar 12 cm, lebar 6 cm, dan tebalnya sekitar 2,5 cm pada orang dewasa. Berat ginjal pada pria mencapai 125 – 170 gram, dan wanita sekitar 115 – 155 gram. Ginjal dilindungi oleh tulang rusuk bawah dan terbungkus jaringan lemak. Aliran darah akan masuk ke ginjal untuk disaring dan dikeluarkan zat sisa metabolismenya dalam bentuk urin. Urin selanjutnya disalurkan ke kandung kemih melalui ureter. Di dalam kandung kemih urin ditampung, lalu dikeluarkan melalui uretra dengan proses yang disebut miksi atau kencing.

Petai Dipercaya dapat Mencegah Terjadinya Infeksi pada Ginjal dan Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih dan ginjal disebabkan oleh mikroorganisme penyebab penyakit. Penyakit infeksi saluran kemih terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu infeksi saluran kemih bawah seperti infeksi pada kandung kemih, prostat, dan ureter, dan infeksi saluran kemih atas seperti infeksi pada berbagai lapisan ginjal dan abses di dalam ginjal. Beberapa faktor resiko infeksi saluran kemih dan ginjal di antaranya yaitu ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara sempurna, tersumbatnya saluran kemih baik karena kelainan bawaan, cedera, atau adanya batu, kekebalan tubuh yang menurun, penggunaan selang kencing (kateter), peradangan pada dinding uretra, diabetes, kehamilan, dan penyakit lain yang mengganggu pengeluaran urin.

Infeksi dapat terjadi ketika bakteri dapat mencapai kandung kemih, menempel dan berkembang biak di dinding saluran kemih, menyerang sistem kekebalan tubuh, dan menginisiasi peradangan. Sebagian besar infeksi saluran kemih dan ginjal terjadi akibat organisme dari anus yang naik ke lubang kencing dan masuk ke saluran kencing. Sementara itu, infeksi pada ginjal biasanya terjadi akibat urin yang naik kembali ke ginjal akibat kerusakan katup atau dapat juga diakibatkan karena saluran kencing yang tersumbat sehingga urin naik lagi ke ginjal.

Saat ini, banyak yang menyatakan bahwa petai memiliki manfaat untuk kesehatan ginjal, khususnya terkait peradangan dan infeksi pada ginjal. Hal ini didasarkan pada kandungan cyclic polysulphide dalam petai. Cyclic polysulphide merupakan senyawa utama pada petai yang membuat petai memiliki bau yang tajam. Senyawa ini terbukti memiliki efek anti bakteri dan anti jamur. Karena karakteristik inilah, petai dipercaya dapat digunakan untuk meringankan peradangan pada ginjal dan saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri.

Namun meskipun demikian, hingga saat ini belum terdapat penelitian lebih lanjut mengenai manfaat petai untuk kesehatan ginjal, sehingga tidak disarankan untuk melakukan pengobatan penyakit ginjal dengan menggunakan petai.

Selain itu, konsumsi petai juga harus dibatasi pada orang yang mengalami penyakit ginjal. Hal ini dikarenakan jenis polong-polongan seperti petai mengandung protein, kalium, dan fosfat yang tinggi, dimana zat-zat tersebut lebih sulit diproses ginjal dan akan menghasilkan zat sisa yang lebih banyak. Pada pasien dengan penyakit ginjal, fungsi ginjalnya sudah menurun sehingga akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan zat sisa tersebut. Jika zat sisa tersebut menumpuk di dalam tubuh dapat menimbulkan keracunan dan dapat mengancam jiwa.

Cara Menjaga Kesehatan Ginjal

Kesehatan ginjal sangat penting untuk dijaga, mengingat fungsinya yang sangat penting bagi kelangsungan hidup. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal, di antaranya yaitu sebagai berikut.

  • Penuhi kebutuhan cairan harian

Orang dewasa biasanya membutuhkan cairan sekitar 2 liter per hari atau sebanyak 8 gelas. Dengan asupan cairan yang cukup, maka urin yang dihasilkan akan lebih banyak, jernih, dan konsentrasinya tidak terlalu pekat. Selain itu, semakin sering berkemih, maka urin tidak akan tertampung lebih lama di kandung kemih. Jika urin tertampung lama di kandung kemih, maka kandungan urin dapat mengendap dan mengakibatkan terbentuknya batu. Batu tersebut dapat menyumbat saluran kemih dan menyebabkan infeksi lainnya.

  • Hindari hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya penyakit ginjal kronis. Kondisi hipertensi dapat menyebabkan aliran darah ke ginjal menjadi lebih sedikit. Aliran darah yang sedikit berarti sedikit juga oksigen yang mencapai sel-sel ginjal. Ketika ginjal tidak mendapat oksigen yang cukup, maka sel-sel di ginjal akan rusak dan bahkan mati, sehingga fungsi ginjal semakin menurun. Untuk mencegah hipertensi, pastikan untuk mengurangi konsumsi garam atau makanan tinggi garam, memelihara berat badan dalam rentang normal, tidur yang cukup, tidak merokok, dan hindari stress.

  • Konsumsi makanan sesuai kebutuhan dan bergizi seimbang

Konsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih untuk menghindari kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Perbanyak konsumsi sayur dan buah, untuk mendapatkan vitamin dan nutrisi yang penting lain. Nutrisi dari makanan akan disalurkan ke seluruh tubuh termasuk ke ginjal. Dengan makanan yang sehat maka ginjal pun akan sehat dan terhindar dari penyakit.

Related Posts

Leave a Comment