Apa Saja Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Buah Tin untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui

by admin
0 comment

Buah tin merupakan buah yang mulai populer dan sudah tersebar di seluruh dunia. Buah tin atau yang memiliki nama latin Ficus carica ini berasal dari Asia Barat, namun sekarang sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara di dunia seperti di wilayah Asia dan Amerika Selatan.

Pohon buah tin berukuran besar dan tinggi. Tingginya dapat mencapai 10 m. Batangnya lunak dan berwarna abu-abu. Pohon buah tin dapat tumbuh subur di daerah yang kering dan mendapat sinar matahari sepanjang tahun.

Sebenarnya yang disebut buah pada pohon buah tin sebenarnya adalah bagian dasar bunga yang berbentuk bulatan. Buah tin umumnya memiliki warna ungu kehitaman, namun ada juga yang berwarna putih, hijau, merah, dan kuning. Buah tin memiliki rasa yang manis dan banyak disukai. Buah tin dapat dikonsumsi langsung, dikeringkan, atau pun diolah menjadi selai dan makanan lain.

Buah tin merupakan sumber serat yang baik. Dalam 100 gram buah tin terkandung 14% serat sesuai kebutuhan harian. Buah tin juga mengandung berbagai macam vitamin dalam jumlah kecil, seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B9, vitamin C, dan vitamin K, serta beberapa mineral penting seperti mangan, magnesium, kalium, dan kalsium. Kandungan tersebut menjadikan buah tin sebagai buah yang bergizi dan baik untuk kesehatan.

Salah satu kelompok yang paling disarankan untuk mengonsumsi buah tin adalah ibu hamil dan menyusui. Buah tin memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Apa saja manfaat buah tin untuk ibu menyusui? Bagaimana memanfaatkan buah tin untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui? Simak penjelasan berikut ini ya.

  1. Buah tin dapat mencegah penyakit preeklamsia

Preeklamsia merupakan kondisi yang sangat berbahaya bagi ibu hamil. Preeklamsia dapat menyebabkan lepasnya plasenta, kelahiran prematur, pertumbuhan janin dalam rahim terhambat, dan distress pada bayi saat persalinan.

Preeklamsia dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. Pada preeklamsia ringan tekanan darah ibu melebihi 140/90 mmHg, terdapat protein di dalam urin dengan jumlah mencapai 300 mg/24 jam atau lebih dari 1+, disertai dengan pembengkakan pada area wajah dan lengan, serta peningkatan berat badan. Sementara itu, pada preeklamsia berat, tekanan darah ibu melebihi 160/90 mmHg, protein dalam urin melebihi 500 mg/24 jam atau lebih dari 3+, terjadi refleks tubuh berlebih, nyeri kepala, pandangan buram, nyeri pada perut atas, dan gangguan lainnya. Selain itu, ibu yang mengalami preeklamsia berat juga beresiko mengalami kejang.

Kondisi preeklamsia memerlukan perawatan segera. Apabila preeklamsia sangat berat, bayi terpaksa harus dilahirkan dengan cara di induksi. Tentunya hal ini akan sangat beresiko karena bayi akan lahir prematur dan bisa saja organ-organ di dalam tubuhnya belum siap sehingga perlu dirawat intensif.

Preeklamsia dapat mengancam keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, preeklamsia perlu dicegah sedini mungkin. Buah tin bermanfaat untuk mencegah terjadinya preeklamsia pada ibu hamil. Kandungan kalium dalam buah tin dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terjadinya preeklamsia pada ibu hamil, sehingga buah tin sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan.

  • Buah tin dapat mengatasi masalah konstipasi

Konstipasi atau buang air besar merupakan masalah yang paling sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Konstipasi pada ibu hamil terjadi akibat peningkatan kadar hormon progesteron. Peningkatan progesteron ini menyebabkan penurunan kontraktilitas saluran cerna, menyebabkan makanan dan sisa makanan berjalan lebih lambat saat melewati usus besar dan mengakibatkan peningkatan penyerapan air di usus besar. Hal tersebut menjadikan feses menjadi lebih kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan.

Faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah konstipasi adalah kurangnya aktivitas fisik, kurang asupan serat, kebutuhan cairan yang tidak tercukupi, konsumsi suplemen zat besi dan kalsium. Selain itu, ukuran rahim yang semakin membesar juga dapat menekan usus dan menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan memperparah kondisi konstipasi.

Buah tin merupakan buah yang kaya akan serat. Dalam 100 gram buah tin terdapat 2,9 gram serat atau sekitar 14% dari total kebutuhan serat harian. Serat dalam buah tin ini bermanfaat untuk menstimulasi pergerakan usus dan melancarkan pencernaan. Dengan pergerakan usus yang normal maka feses tidak akan menjadi keras dan buang air besar menjadi lancar. Oleh karena itu konsumsi buah tin sangat disarankan pada ibu hamil untuk mencegah dan mengatasi konstipasi. Selain itu, imbangi juga dengan asupan cairan sekitar 6 – 8 gelas per hari, aktivitas fisik dan olah raga ringan setiap harinya.

  • Buah tin dapat meredakan nyeri dada akibat heartburn

Heartburn merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil, khususnya pada usia trimester tiga kehamilan. Heartburn disebabkan oleh tingginya kadar hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi pada cardiac sphincter, yaitu otot yang membatasi antara lambung dan keringkongan. Cardiac sphincter yang relaksasi menyebabkan naiknya cairan lambung ke kerongkongan. Karena cairan lambung bersifat sangat asam, maka cairan lambung dapat menyebabkan iritasi pada dinding kerongkongan. Hal ini menyebabkan nyeri dada dan sensasi panas pada dada. Nyeri in dapat menjalar hingga ke leher dan tenggorokan. Nyeri semakin parah ketika ibu berbaring, membungkuk, atau memakai pakaian ketat.

Selain itu ukuran rahim yang membesar hingga mendekati dada menyebabkan kemampuan lambung untuk mengosongkan isi lambung menjadi terbatas. Dengan demikian, makanan menjadi lebih lama berada di lambung dan menyebabkan heartburn.

Buah tin memiliki sifat basa, sehingga dapat menetralkan dan menyeimbangkan asam lambung. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengatasi nyeri dada akibat heartburn. Oleh karena itu, ibu hamil terutama saat memasuki trimester ketiga kehamilan, sangat disarankan untuk mengonsumsi buah tin. Selain itu, ibu juga dianjurkan untuk tetap duduk dan tidak berbaring selama 1 – 3 jam setelah makan untuk mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan, hindari makan terlalu cepat, usahakan makan perlahan dan kunyah sampai lembut untuk mencegah udara tertelan dan meningkatkan tekanan lambung. Hindari juga makanan pedas, coklat, kopi, soda, dan peppermint, karena makanan tersebut dapat menstimulasi pengeluaran cairan lambung.

  • Buah tin dapat menjaga kesehatan tulang ibu menyusui

Bayi mendapatkan asupan kalsium dari ASI yang dikeluarkan oleh tubuh ibu. Ketika kalsium ini tidak didapatkan dari makanan tinggi kalsium yang dikonsumsi ibu, bayi akan mengambil kalsium dari cadangan kalsium dalam tulang ibu. Oleh karena itu, jika ibu tidak mengonsumsi makanan tinggi kalsium selama menyusui, ibu beresiko mengalami gangguan pada tulangnya. Tulang ibu dapat menjadi lebih rapuh dan keropos akibat kekurangan kalsium.

Buah tin merupakan salah satu buah yang memiliki banyak kalsium. Kebutuhan kalsium ibu akan meningkat ketika menyusui, sehingga disarankan untuk memperbanyak konsumsi kalsium seperti yang terkandung dalam buah tin. Dengan asupan kalsium yang banyak, maka bayi pun akan mendapat ASI yang cukup kalsium dan tulang ibu pun tetap sehat, serta terhindar dari masalah tulang.

Buah tin memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Kandungan nutrisinya sangat diperlukan oleh ibu selama masa kehamilan dan saat menyusui. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sangat disarankan untuk mengonsumsi buah tin secara rutin agar tetap sehat dan bugar.

Related Posts

Leave a Comment