Apa Saja Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Madu untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui

by admin
0 comment

Madu merupakan cairan kental dan manis yang dibuat oleh lebah dan beberapa serangga tertentu lainnya. Lebah memproduksi madu dari nektar bunga yang manis. Lebah kemudian menyimpan madu di tempat madu yang terbuat dari bahan lilin. Berbagai jenis madu yang berbeda menghasilkan madu yang berbeda pula.

Madu memiliki rasa manis dari kandungan monosakarida yaitu fruktosa dan glukosa. Dalam 100 gram madu terkandung sekitar 304 kilokalori, dan terdiri dari 17% air dan 82% karbohidrat, dengan kandungan lemak, serat, dan protein yang rendah. Sementara itu, kandungan vitamin dan mineral hanya mencapai 1 – 2% dari kebutuhan total.

Madu sudah diproduksi dan digunakan oleh manusia sejak zaman dahulu. Lukisan kuno di dinding gua di Spanyol menyebutkan bahwa madu sudah dikonsumsi manusia sejak 8.000 tahun yang lalu. Hingga saat ini madu masih dikonsumsi dengan berbagai tujuan, mulai dari pemanis hingga kesehatan kulit dan tubuh. Salah satu kelompok yang mendapatkan manfaat dari madu adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Madu dikenal memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Kira-kira apa saja manfaat madu untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui? Serta bagaimana madu dapat bermanfaat untuk ibu hamil dan menyusui? Mari kita bahas dalam penjelasan berikut ini.

  1. Madu dapat meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil

Masa kehamilan merupakan masa yang sangat penting bagi seorang ibu. Pada masa ini ibu benar-benar harus menjaga kesehatannya, karena tidak hanya kesehatannya sendiri namun juga kesehatan bayi yang dikandungnya. Jika ibu mengalami sakit maka bayi pun akan terkena dampaknya. Bahkan pada kondisi penyakit tertentu, seperti infeksi virus dan penyakit kronis, kesakitan ibu dapat berdampak terhadap perkembangan janin hingga bisa menyebabkan kecacatan.

Salah satu manfaat dari madu untuk kesehatan ibu hamil adalah mampu meningkatkan kekebalan tubuh atau imunitas ibu. Madu juga berperan sebagai antibakteri dan antioksidan yang dapat melindungi tubuh ibu dari penyakit dan kerusakan akibat radikal bebas. Konsumsi madu selama masa kehamilan menjadi sangat penting untuk memaksimalkan pertumbuhan janin dan memelihara kesehatan ibu secara keseluruhan.

  • Madu dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengatasi insomnia

Pada trimester pertama dan ketiga kehamilan, kelelahan merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil. Pada trimester pertama kehamilan, kelelahan disebabkan oleh berbagai perubahan fisik seperti peningkatan kebutuhan dan penggunaan oksigen, peningkatan kadar hormon progesteron dan relaxin, dan peningkatan proses metabolisme di dalam tubuh. Selain itu dapat pula disebabkan oleh perubahan psikologis seperti mood swings dan peran ganda sebagai ibu dan istri. Sementara itu, pada trimester ketiga kehamilan, kelelahan dapat disebabkan karena gangguan tidur akibat peningkatan berat badan dan kesulitan menemukan posisi nyaman saat tidur, ketidaknyamanan fisik seperti heartburn, insomnia akibat mood swings, kecemasan akan mendapat peran ganda sebagai ibu dan istri, serta akibat penurunan aktivitas fisik.

Ketika kelelahan melanda, tidur yang berkualitas menjadi suatu keharusan bagi ibu hamil. Madu merupakan salah satu minuman yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi insomnia. Madu memiliki kemampuan hypnotic action yang dapat memaksimalkan tidur ibu. Untuk mendapatkan manfaat ini ibu dapat meminum segelas susu hangat yang dicampur dengan 1 sendok makan madu sebelum tidur agar mendapatkan tidur yang pulas dan berkualitas.

  • Madu dapat mencegah pilek dan batuk pada ibu hamil

Masalah kesehatan ringan seperti pilek dan batuk mudah sekali menyerang, termasuk pada ibu hamil. Meskipun tidak begitu parah, namun tentunya masalah pilek dan batuk sangat mengganggu keseharian ibu dan menimbulkan ketidaknyamanan. Manfaat madu yang selanjutnya adalah kemampuan antiviralnya yang dapat menghambat infeksi dan aktivitas virus di dalam tubuh, sehingga sangat efektif untuk mencegah pilek. Madu juga dikenal sebagai pereda batuk sehingga dapat meredakan batuk yang mengganggu. Untuk mendapatkan manfaat ini ibu dapat mengonsumsi madu secara langsung atau dicampur dengan jeruk nipis. Campurkan satu sendok teh jeruk nipis dengan segelas air hangat, lalu tambahkan beberapa sendok makan madu. Konsumsi air madu dan jeruk nipis setiap hari setelah makan.

  • Madu dapat meredakan nyeri tenggorokan

Menjelang trimester dua kehamilan, ibu hamil dapat mengalami heartburn. Heartburn merupakan sensasi terbakar pada dada akibat naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron yang berdampak pada berelaksasinya cardiac sphincter atau otot yang menjadi pintu pembatas antara lambung dan kerongkongan. Cairan lambung yang bersifat asam dapat mengiritasi dinding kerongkongan dan menyebabkan nyeri. Nyeri pada heartburn bisa menjalar hingga ke leher dan tenggorokan.

Selain mengatasi gejala heartburn dengan cara menghindari berbaring selama 1 – 3 jam setelah makan, dan mengurangi konsumsi makanan yang menstimulasi pengeluaran asam lambung (seperti kopi, makanan pedas, coklat), ibu juga dapat meredakan masalah nyeri tenggorokan yang terjadi akibat heartburn dengan menggunakan madu. Madu memiliki sifat anti inflamasi atau anti peradangan sehingga merekan nyeri pada tenggorokan. Selain nyeri tenggorokan akibat heartburn, manfaat madu ini juga berlaku untuk semua nyeri tenggorokan akibat penyebab lain. Cara mendapatkan manfaat ini adalah dengan mencampurkan madu ke dalam teh lemon atau teh jahe hangat, kemudian diminum selagi hangat.

  • Madu dapat meningkatkan produksi ASI

Beberapa ibu mungkin mengalami masalah dengan jumlah ASI yang sedikit. ASI yang sedikit tentu sangat beresiko karena bayi akan kelaparan dan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi smoothie madu dan telur. Caranya yaitu dengan memblender susu cair, buah-buahan organik sesuai selera, madu, dan 1 – 2 butir kuning telur mentah. Lalu blender semua bahan hingga tercampur rata dan minum setiap hari secara rutin. Selain itu, imbangi juga dengan melakukan pompa ASI secara rutin. Jika perlu, maksimalkan pompa ASI hingga 1,5 – 2 jam sekali selama siang hari.

Madu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Madu juga aman dikonsumsi selama masa kehamilan dan menyusui. Sebaiknya madu dikonsumsi sebanyak 3 – 5 sendok makan (180 – 200 kalori) setiap harinya. Kalori dari gula atau karbohidrat sederhana seperti yang terkandung dalam madu tidak boleh dikonsumsi melebihi 10% dari total kebutuhan kalori selama kehamilan, yaitu sekitar 1800 sampai 2400 kalori per hari. Oleh karena itu, batas aman yang dianjurkan dalam mengonsumsi madu adalah 3 – 5 sendok makan, dimana 1 sendok makan madu mengandung 60 kalori.

Dalam mengonsumsi madu disarankan untuk tidak mencampurkan madu ke dalam air atau minuman panas, karena air atau minuman panas dapat menghilangkan enzim baik dalam madu. Disarankan untuk mencampurkan madu ke dalam air hangat atau air dingin biasa. Untuk memilih madu, pastikan untuk memilih madu yang telah dipasteurisasi dan pilih madu organik dengan proses pengolahan yang minimal. Madu dengan kualitas yang baik dan diolah dengan cara yang sesuai dapat memberikan manfaat yang maksimal. Jangan lupa untuk mengonsumsi madu secara rutin setiap hari ya bu, dan dapatkan tubuh yang sehat selama masa kehamilan dan menyusui.

Related Posts

Leave a Comment