Apa Saja Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Sari Kurma untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui

by admin
0 comment

Kurma tentunya sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. Biasanya buah kurma banyak ditemui di berbagai toko buah dan minimarket terutama pada bulan Ramadhan. Kurma memiliki nama latin Phoenix dactylifera, merupakan tanaman sejenis palm yang buahnya dapat dimakan. Pohon kurma berasal dari daerah Mesir dan Mesopotamia, namun saat ini sudah banyak dibudidayakan di Afrika, Timur Tengah, Asia dan wilayah tropis atau subtropis lainnya.

Pohon kurma dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 15 – 25 m. Daunnya memiliki panjang 3 – 5 m dan berduri pada tangkai daunnya. Buah kurma berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 3 – 7 cm dan diameternya sekitar 2 – 3 cm. Pada saat masih muda buah kurma berwarna merah cerah hingga kuning terang dan berwarna kecoklatan ketika sudah matang. Rasanya sangat manis dan mengandung 75% gula setelah dikeringkan.

Buah kurma mengandung berbagai nutrisi penting. Buah kurma tinggi akan vitamin B3, B5 dan B6, serta mengandung vitamin A, B, C, E, dan K dalam jumlah yang sedikit. Buah kurma juga mengandung mineral penting, terutama kalium, magnesium, dan zat besi.

Saat ini, buah kurma banyak diambil ekstraknya dan diproduksi dalam bentuk sari kurma. Seperti buah kurma asli, sari kurma ini mengandung banyak nutrisi penting. Oleh karena itu, sari kurma banyak digunakan untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Salah satunya sari kurma ini sangat baik untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Apa saja manfaat sari kurma untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui? Bagaimana kurma bisa bermanfaat untuk ibu hamil dan menyusui? Yuk simak penjelasannya dalam pembahasan berikut ini.

  1. Sari kurma merupakan sumber energi yang baik

Kelelahan dan lemas merupakan masalah yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Kelelahan ini terus dialami oleh ibu meskipun sudah tidur cukup di malam hari. Kelelahan pada trimester pertama kehamilan biasanya terjadi akibat berbagai perubahan fisik seperti peningkatan kebutuhan oksigen, peningkatan hormon progesteron dan relaxin, peningkatan metabolisme tubuh, dan perubahan psikososial seperti mood swings dan peran ganda. Sedangkan kelelahan pada trimester ketiga disebabkan oleh gangguan tidur akibat peningkatan berat badan dan ibu kesulitan menemukan posisi nyaman untuk tidur, ketidaknyamanan fisik seperti heartburn, dan insomnia akibat mood swings, kecemasan, dan kurang aktivitas fisik.

Kelelahan pada ibu hamil dapat diatasi dengan tidur cukup, menyelingi aktivitas dengan istirahat, dan konsumsi makanan minuman bergizi seimbang. Salah satunya yaitu dengan mengonsumsi sari kurma. Sari kurma dapat memberikan energi lebih banyak pada ibu. Sari kurma juga lebih mudah diserap tubuh sehingga dapat memberikan energi lebih cepat.

  • Sari kurma dapat mencegah anemia pada ibu hamil

Anemia merupakan kondisi terjadinya penurunan volume sel darah merah di dalam darah. Anemia dapat mengakibatkan berkurangnya kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke organ-organ vital ibu dan janin. Anemia paling sering terjadi akibat kekurangan zat besi. Diperkirakan satu dari empat ibu hamil tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi hariannya.

Anemia dapat membahayakan ibu dan janin. Anemia pada awal kehamilan dapat meningkatkan resiko bayi lahir prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan kematian saat persalinan. Ketika bayi dalam kandungan kekurangan zat besi, bayi akan mengambil zat besi ibu dan membahayakan keselamatan ibu. Sementara itu, anemia pada akhir kehamilan dapat meningkatkan resiko perdarahan pada ibu, dan infeksi saat persalinan atau setelah persalinan pada ibu dan bayi.

Sari buah kurma bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil. Kuncinya terletak pada kandungan zat besi yang cukup tinggi pada sari kurma. Zat besi merupakan zat yang sangat penting dalam produksi sel darah merah. Dengan mengonsumsi sari kurma, maka ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan zat besi harian dan terhindar dari anemia. Namun, jika kondisi anemia ibu sudah cukup parah maka konsumsi sari kurma juga harus dibarengi dengan konsumsi suplemen zat besi atau dikenal dengan obat penambah darah.

  • Sari kurma dapat mencegah kecacatan pada bayi

Sari kurma memiliki kandungan asam folat yang cukup tinggi. Asam folat merupakan nutrien yang sangat penting bagi perkembangan otak, tulang belakang, dan sistem saraf pusat bayi. Konsumsi asam folat pada masa kehamilan dapat mencegah terjadinya kelainan atau kecacatan bawaan lahir pada bayi, khususnya kecacatan pada otak dan tulang belakang. Asupan asam folat yang cukup dapat mencegah terjadinya neural tube defect pada bayi yaitu kelainan otak dan tulang belakang seperti kelainan dimana otak bayi hilang sebagian, penyakit spina bifida, atau bentuk otak yang abnormal. Oleh karena itu, konsumsi sari kurma selama kehamilan sangat baik, bahkan direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

  • Sari kurma dapat memaksimalkan pertumbuhan tulang dan gigi bayi

Manfaat selanjutnya dari sari kurma adalah mampu memaksimalkan pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Hal ini dikarenakan kandungan magnesium dalam sari kurma yang cukup tinggi. Magnesium merupakan mineral penting yang membantu pembentukan tulang dan gigi pada bayi. Selain itu, magnesium juga bermanfaat bagi ibu untuk menurunkan resiko terjadinya beberapa penyakit berbahaya, seperti tekanan darah tinggi, preeklamsia, disfungsi plasenta, dan kelahiran prematur pada bayi.

  • Sari kurma dapat mengurangi kram pada kaki

Kram pada kaki biasa terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Biasanya disebabkan oleh rahim yang membesar dan menekan saraf-saraf dan pembuluh darah di pinggang. Selain itu dapat juga disebabkan oleh kurangnya asupan mineral seperti kalsium dan magnesium. Sari kurma memiliki kandungan magnesium yang cukup tinggi dan mengandung kalsium dalam jumlah yang sedikit. Mineral dalam sari kurma tersebut dapat meredakan kram kaki pada ibu hamil. Selain itu, ibu hamil juga dapat mengompres area kaki yang kram untuk membantu merilekskan otot, hindari stretching pada kaki, hindari berjalan berlebihan, dan angkat kaki saat duduk untuk mengurangi tekanan dan tegangan pada kaki.

  • Sari kurma dapat meningkatkan produksi ASI

Sari kurma juga bermanfaat bagi ibu menyusui. Sari kurma dapat meningkatkan prolaktin, yaitu hormon yang bertanggung jawab untuk menstimulasi produksi ASI. Sari kurma dapat menjadi solusi bagi ibu yang kurang produksi ASI nya. Konsumsi sari kurma secara rutin dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusi. Selain itu, sari kurma juga mengandung vitamin dan mineral penting lain yang bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi.

Sari kurma ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Pilihlah sari kurma asli dengan campuran bahan lain yang minimal. Pastikan ibu mengonsumsi sari kurma secara rutin setiap hari dan dapatkan manfaat kesehatan untuk ibu dan buah hati.

Related Posts

Leave a Comment