Apa Saja Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Susu Kedelai untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui yang Perlu Kamu Ketahui

by admin
0 comment

Susu kedelai mungkin sudah tidak asing bagi kita, namun jika dibandingkan dengan susu sapi, susu kedelai masih belum sepopuler susu sapi. Pada dasarnya, susu kedelai bukanlah susu, melainkan sari kacang kedelai yang berwarna putih kekuningan menyerupai susu. Susu kedelai atau dikenal juga dengan susu soya, dibuat dengan cara merendam dan menghaluskan kacang kedelai kemudian dididihkan dan disaring dari ampasnya. Susu kedelai menjadi minuman yang biasa dikonsumsi di Eropa dan Amerika Utara. Biasanya susu kedelai dihidangkan untuk sarapan pagi dan disajikan bersama dengan roti atau biskuit.

Rasa susu kedelai sangat dipengaruhi oleh bahan kacang kedelai yang digunakan. Namun secara umum rasanya tidak jauh berbeda dengan susu sapi. Kandungan nutrisi di dalam susu kedelai juga tidak kalah dari susu sapi biasa, bahkan susu kedelai lebih rendah lemak, rendah kalori, lebih tinggi kalsium, lebih tinggi vitamin A dibandingkan dengan susu sapi. Selain itu, susu kedelai juga mengandung sedikit serat dan tidak mengandung kolesterol. Susu kedelai juga menjadi pilihan utama bagi para vegetarian dan orang yang memiliki intoleransi terhadap laktosa susu sapi.

Susu kedelai dikenal sebagai susu kesehatan dan aman dikonsunsumsi semua kalangan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Susu kedelai dipercaya memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan ibu selama masa kehamilan dan masa menyusui. Kira-kira apa saja manfaat susu kedelai untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui? Serta bagaimana susu kedelai bisa bermanfaat untuk ibu hamil dan menyusui? Mari kita bahas dalam penjelasan berikut ini.

  1. Susu kedelai dapat mencegah kecacatan otak dan tulang belakang pada bayi

Perkembangan otak dan tulang belakang terjadi pada awal kehamilan, yaitu pada 3 – 4 minggu pertama. Infeksi, trauma, dan malnutrisi pada periode ini dapat menyebabkan kelainan pada perkembangan otak dan tulang belakang.

Kelainan bawaan pada otak dan tulang belakang bayi dikenal dengan neural tube defects. Neural tube defects merupakan kelainan bawaan yang paling sering terjadi pada bayi. Diperkirakan 3.000 kelahiran setiap tahun mengalami komplikasi neural tube defects. Kelainan yang termasuk neural tube defects di antaranya yaitu cacat lahir dengan celah pada tulang belakang (spina bifida), ukuran otak kecil atau sebagian otak hilang (anencephaly), penonjolan otak keluar dari tengkorak (encephalocele), dan kelainan otak dan tulang belakang lainnya.

Susu kedelai sangat tinggi akan kandungan asam folat. Penelitian menunjukkan pemberian suplemen asam folat dan pemenuhan kebutuhan asam folat pada masa sebelum kehamilan dan saat kehamilan dapat menurunkan resiko terjadinya neural tube defects hingga 50%. Oleh karena itu konsumsi susu kedelai secara rutin dapat memaksimalkan perkembangan otak dan tulang belakang bayi, serta mencegah terjadinya kelainan neural tube defects.

  • Susu kedelai dapat membantu pembentukan organ-organ janin

Susu kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein sangat penting untuk pertumbuhan sel-sel dan organ pada tubuh janin. Dengan konsumsi susu kedelai yang rutin setiap hari, maka pembentukan organ-organ janin akan maksimal dan janin dapat lahir dengan normal. Beberapa protein yang dapat ditemukan dalam susu kedelai di antaranya yaitu lysin, glycine, isoleucine, arginine, dan threonine. Protein ini sangat bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan.

  • Susu kedelai merupakan sumber omega 3 yang baik

Omega 3 merupakan asam lemak yang sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan. Sayangnya, tubuh tidak dapat memproduksi omega 3 sehingga hanya dapat diperoleh dari makanan atau minuman. Salah satu minuman yang kaya akan omega 3 adalah susu kedelai. DHA dan EPA adalah jenis omega 3 yang paling bermanfaat untuk ibu dan janin. EPA membantu perkembangan jantung, sistem imun, dan respon inflamasi pada janin. Sementara itu, DHA membantu pertumbuhan dan kerkembangan otak, mata, dan sistem saraf pusat. Selain itu, EPA dan DHA juga terbukti dapat mencegah terjadinya kelahiran prematur, menurunkan resiko penyakit preeklamsia pada ibu, dan dapat meningkatkan berat badan lahir bayi. Ibu disarankan untuk mengonsumsi susu kedelai setiap hari untuk mendapatkan manfaat omega 3.

  • Susu kedelai dapat mencegah terjadinya depresi postpartum

Setelah melahirkan, terjadi penurunan drastis kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh ibu. Hal ini dapat berkontribusi terhadap gangguan mood pasca persalinan (postpartum). Semakin drastis penurunan kadar hormon tersebut, semakin rentan ibu mengalami gangguan mood.

50% – 90% ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues. Baby blues merupakan gejala depresi ringan seperti kecemasan, mudah tersinggung, mood swing, cengeng, sensitif, merasa kewalahan, dan kelelahan hebat. Biasanya baby blues mencapai puncaknya pada hari ke 4 dan ke 5 pasca persalinan, dan mereda pada hari ke 10. Baby blues biasanya akan hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan penanganan lebih lanjut, namun jika gejala baby blues terus dirasakan hingga 6 minggu dan semakin parah, maka ibu dikatakan mengalami depresi postpartum. Depresi postpartum inilah yang memerlukan pengobatan dan terapi dari psikiater. Dalam kondisi yang parah, depresi postpartum dapat berkembang menjadi postpartum psikosis, dimana ibu mengalami halusinasi dan delusi, serta seringkali berkeinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bayi.

Defisiensi atau kekurangan omega 3 dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi postpartum pada ibu. Oleh karena itu, ibu sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman kaya omega 3 seperti susu kedelai pada saat kehamilan dan setelah melahirkan. Konsumsi susu kedelai bermanfaat untuk mencegah terjadinya depresi postpartum pada ibu.

  • Susu kedelai dapat menjaga kesehatan tulang ibu

Susu kedelai memiliki kandungan kalsium yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari kalsium dalam susu sapi. Kalsium merupakan mineral penting yang wajib dipenuhi selama masa menyusui. Bayi membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Kalsium ini didapatkan bayi dari ibu melalui ASI. Jika ibu mengalami defisiensi atau kekurangan kalsium, maka tubuh ibu akan berusaha memenuhi kebutuhan kalsium bayi dengan cara mengambil cadangan kalsium dari tulang. Jika dibiarkan, hal ini akan berbahaya karena tulang ibu akan menjadi rapuh, keropos, dan mudah patah. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi minuman tinggi kalsium seperti susu kedelai agar kebutuhan kalsium dirinya dan bayi dapat terpenuhi tanpa merusak tulang ibu.

Susu kedelai ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui. Ibu dapat mengonsumsi 1 – 2 gelas susu kedelai setiap hari untuk mendapatkan manfaatnya. Namun jika ibu memiliki alergi terhadap kacang kedelai, sebaiknya hindari meminum susu kedelai. Susu kedelai aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui selama tidak dikonsumsi secara berlebihan. Sangat jarang ditemukan efek samping negatif dari konsumsi susu kedelai. Namun jika ibu ragu dengan keamanan mengonsumsi susu kedelai pada masa kehamilan, ada baiknya untuk mendiskusikan hal tersebut dengan dokter kandungan ibu sebelum memasukkan susu kedelai ke dalam menu harian ibu.

Related Posts

Leave a Comment