Apa Saja Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Teh Hijau untuk Diet yang Wajib Kamu Ketahui

by admin
0 comment

Teh hijau merupakan jenis teh yang dibuat dari daun dan pucuk tanaman Camellia sinensis. Tidak seperti teh hitam atau teh oolong, teh hijau tidak mengalami proses penghancuran dan proses oksidasi. Teh hijau berasal dari negeri Cina, namun saat ini produksi dan pembuatannya sudah dilakukan di berbagai negara, khususnya di wilayah Asia.

Kandungan utama dalam teh hijau adalah air dengan kandungan 1 kalori per 100 mL. Teh hijau juga mengandung sedikit vitamin B1 dan B2, serta mineral penting seperti mangan. Teh hijau juga mengandung senyawa polifenol dan flavonoid yang baik untuk kesehatan. Teh hijau dipercaya mampu mencegah penyakit kanker, menurunkan tekanan darah, mengontrol gula darah, dan pereda alergi. Disamping manfaat untuk kesehatan tersebut, teh hijau juga dikenal dapat membantu menurunkan berat badan. Banyak orang yang rutin mengonsumsi teh hijau dalam program dietnya. Kira-kira apakah benar teh hijau bisa menurunkan berat badan? Lalu apa saja manfaat teh hijau untuk diet? Yuk simak penjelasan berikut ini.

Diet atau diartikan sebagai program penurunan berat badan merupakan hal yang penting dilakukan bagi individu yang mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Kelebihan berat badan dan obesitas seringkali digunakan bergantian, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Kelebihan berat badan atau overweight merupakan kondisi dimana Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang bernilai ≥25. Indeks Masa Tubuh sendiri dapat dihitung dengan membagi berat badan dalam kg dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Kondisi kelebihan berat badan tidak selalu diakibatkan oleh penumpukkan lemak. Tulang dan otot merupakan komponen tubuh lain yang dapat berkontribusi terhadap nilai berat badan seseorang. Sementara itu, obesitas diartikan sebagai kondisi dimana indeks masa tubuh seseorang bernilai ≥30 dan obesitas ini sudah dipastikan disebabkan oleh penumpukkan lemak berlebih di dalam tubuh.

Pada dasarnya, kelebihan berat badan dan obesitas terjadi akibat asupan kalori melebihi jumlah kalori yang digunakan oleh tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh tiga faktor yang saling berhubungan. Faktor-faktor tersebut di antaranya yaitu sebagai berikut.

  • Faktor lingkungan obesogenik, yaitu faktor di luar individu yang mendukung asupan kalori yang lebih banyak dan penggunaan energi yang minimal. Contohnya yaitu porsi makanan di restoran yang lebih banyak, harga makanan yang terjangkau, jenis-jenis menu makanan yang tersedia merupakan makanan tinggi kalori, banyaknya varian dari minuman bersoda dan camilan, tersedianya remote control, dan penggunaan kendaraan bermotor untuk berpergian.
  • Faktor perilaku, yaitu yang merujuk kepada perilaku sedenter atau minim pergerakan. Contohnya yaitu kebiasaan menonton televisi, bermain video games, dan duduk sambil menggunakan komputer. Menonton televisi dapat menjadi penyebab terbesar obesitas dikarenakan aktivitasnya yang minim pergerakan fisik, menurunkan laju metabolisme tubuh, meningkatkan frekuensi makan dan meningkatkan asupan makanan melalui ngemil.
  • Faktor genetik, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu. Obesitas bukan merupakan penyakit bawaan yang diturunkan, namun faktor genetik disini lebih mengacu pada bagaimana respon tubuh seseorang terhadap perubahan asupan kalori. Faktor genetik berkaitan dengan laju metabolisme dasar (basal metabolic rate), lokasi distribusi lemak tubuh, dan bagaimana respon seseorang ketika makan berlebih (overeating). Faktor genetik merupakan faktor yang berperan ketika dua orang yang sama memakan sejumlah kalori yang sama namun tidak mengalami penambahan atau penurunan berat badan yang sama.

Baik individu dengan kelebihan berat badan maupun obesitas yang memiliki kelebihan lemak, keduanya diharuskan untuk melakukan program diet untuk menurunkan berat badan. Pasalnya kondisi obesitas memiliki kaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung koroner, kelebihan kolesterol, penyakit hati, obstructive sleep apnea, penyakit asam lambung atau GERD, penyakit tulang belakang, osteoartritis, dan dapat meningkatkan resiko beberapa jenis kanker tertentu. Obesitas juga meningkatkan resiko terjadinya komplikasi selama atau setelah operasi, serta komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

Teh Hijau dan Penurunan Berat Badan

Proses pengubahan makanan dan minuman ke dalam bentuk energi yang dapat digunakan tubuh disebut dengan metabolisme. Metabolisme memiliki kaitan erat dengan berat badan seseorang. Laju metabolisme menentukan banyaknya kalori dari makanan yang digunakan untuk aktivitas sel-sel tubuh. Ketika metabolisme meningkat maka energi dari makanan akan digunakan dan tidak disimpan dalam bentuk cadangan lemak.

Teh hijau memiliki kandungan kafein dan beberapa jenis flavonoid seperti catechin, kaempferol, quercetin, dan myricetin. Kandungan tersebut dapat mempercepat proses metabolisme di dalam tubuh. Catechin juga membantu membakar kelebihan lemak. Kafein dan catechin mampu meningkatkan penggunaan energi oleh tubuh, sehingga mencegah terjadinya perubahan energi menjadi cadangan lemak.

Literature review menyatakan terdapat pengaruh positif konsumsi teh hijau dengan penurunan berat badan, namun pengaruh ini hanya sedikit. Penelitian konsumsi teh hijau pada partisipan yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan namun hasil ini tidak signifikan sehingga peneliti menyimpulkan bahwa teh hijau tidak menyebabkan penurunan berat badan pada individu dengan kelebihan berat badan dan obesitas.

Meskipun penelitian secara klinis menyatakan pengaruh teh hijau untuk menurunkan berat badan ini tidak signifikan, namun banyak orang yang mengalami sendiri bahwa teh hijau efektif untuk menurunkan berat badan. Oleh karena itu, konsumsi teh hijau selama program diet wajib untuk dicoba. Tentunya program diet juga harus diimbangi dengan aktivitas fisik dan konsumsi makanan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan.

Tips Program Diet dengan Teh Hijau

  1. Konsumsi teh hijau setiap hari

Teh hijau dapat dikonsumsi sebanyak 2 – 3 cangkir sehari. Teh hijau tawar dengan proses pengolahan yang minimal lebih disarankan karena memiliki kandungan nutrien yang lebih besar. Teh hijau aman dikonsumsi setiap hari, namun jika Anda memiliki masalah dengan jantung atau memiliki tekanan darah tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi teh hijau dikarenakan kandungan kafein dalam teh hijau yang cukup tinggi.

  • Kurangi asupan kalori harian

Penurunan berat badan yang normal adalah 1 – 2 pon seminggu atau 0,5 – 1 kg per minggu. Untuk menurunkan berat badan dalam rentang normal tersebut diperlukan penurunan asupan kalori sebanyak 500 – 1.000 kalori per harinya. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Perbanyak buah dan sayur untuk memperlancar pencernaan. Hindari ngemil makanan ringan atau ganti dengan buah. Usahakan untuk makan berlebih dan kunyah makanan hingga lembut sebelum ditelan untuk memudahkan makanan dicerna oleh tubuh.

  • Olah raga secara teratur

Aktivitas fisik selama program diet dapat meningkatkan laju metabolisme, menurunkan tekanan darah dan lemak, meningkatkan toleransi glukosa, dan menyehatkan jantung dan pernapasan. Untuk menurunkan berat badan diperlukan olah raga sedang hingga berat selama 150 – 420 menit per minggu atau sekitar 30 – 70 menit per hari. Olah raga aerobik dengan intensitas ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berenang merupakan jenis olah raga yang paling direkomendasikan. Individu dengan obesitas mungkin akan kesulitan menjalani aktivitas fisik sehingga perlu dilakukan secara bertahap.

Pastikan Anda melakukan ketiga tips diatas secara bersamaan dan sesuai anjuran untuk mendapatkan program diet penurunan berat badan yang efektif, aman, dan sehat untuk tubuh Anda.

Related Posts

Leave a Comment