Apa Saja Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Wortel untuk Kesehatan Mata

by admin
0 comment

Wortel merupakan sayuran yang sangat populer. Hampir semua orang tahu dengan sayuran berwarna oranye yang satu ini. Wortel atau Daucus carota merupakan sayuran berbentuk akar yang berasal dari wilayah Eropa dan Asia Barat Daya, sedangkan tanamannya sendiri berasal dari Persia yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan daun dan bijinya.

Wortel tinggi akan alpha dan beta-carotene, serta termasuk sumber vitamin K dan vitamin B6 yang baik. Alpha dan beta-carotene dapat dimetabolisasi menjadi vitamin A. 100 gram wortel dapat menghasilkan sekitar 835 mcg vitamin A atau sekitar 104% dari total kebutuhan harian. Wortel juga mengandung beberapa vitamin lainnya seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B9, C, dan E, namun dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Sementara itu, mineral yang terkandung dalam wortel meliputi mangan, kalium, fosfor, dan natrium.

Kandungan vitamin A yang tinggi pada wortel membuat wortel dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan mata. Banyak orang yang mengonsumsi wortel rutin setiap hari karena ingin mendapatkan mata yang sehat. Namun benarkah wortel bermanfaat untuk kesehatan mata? Lalu apa saja manfaat wortel untuk kesehatan mata? Mari kita simak penjelasannya dalam uraian berikut ini.

Cerita mengenai keajaiban wortel terhadap mata dimulai pada beberapa tahun setelah Perang Dunia II. Seorang tentara Inggris menyatakan bahwa wortel adalah kunci kemampuan mereka untuk membidik dan menggunakan senjata di dalam gelap. Dengan konsumsi wortel yang teratur setiap hari, kemampuan melihat di dalam gelap menjadi lebih tajam dan akurat. Sejak saat itu, wortel menjadi sayuran yang wajib dikonsumsi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan melihat di dalam gelap.

Beberapa dekade kemudian, rumor tersebut dikonfirmasi ternyata hanyalah cerita fiktif biasa. Angkatan Udara Inggris menciptakan isu tersebut semata-mata untuk menutupi penggunaan teknologi radar yang mereka gunakan. Namun pertanyaan yang belum terjawab adalah apakah benar wortel dapat meningkatkan ketajaman penglihatan ataukah hal tersebut hanyalah mitos?

Jawabannya adalah ya, dalam beberapa kondisi tertentu mengonsumsi wortel dapat memperbaiki penglihatan.

Vitamin A dalam Wortel Mencegah Kebutaan dan Penyakit pada Mata

Wortel sangat kaya akan beta-caroten, yaitu pigmen karotenoid yang penting dalam pembentukan vitamin A. Tubuh menggunakan beta-caroten untuk membuat vitamin A dan tentunya vitamin A merupakan nutrien penting bagi tubuh. Vitamin A membantu mata untuk mengubah rangsang cahaya menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan dan diteruskan ke otak. Vitamin A memungkinkan kita untuk melihat dalam kondisi cahaya yang kurang. Selain itu, kornea (lapisan bening di depan mata) dapat menipis atau bahkan menghilang jika tubuh tidak mendapatkan vitamin A dalam jumlah yang cukup.

Defisiensi atau kekurangan vitamin A menjadi penyebab utama kebutaan di beberapa negara bekembang seperti Nepal dan India. Diperkirakan setiap tahun terdapat 250.000 hingga 500.000 anak yang menjadi buta akibat kekurangan vitamin A dan pemberian suplemen vitamin A atau beta-carotene terbukti dapat meningkatkan kemampuan penglihatan pada malam hari.

Namun mengenai berapa jumlah wortel yang harus dikonsumsi untuk meningkatkan penglihatan di malam hari masih belum jelas. Beberapa penelitian lebih sering mengeksplorasi manfaat dari pemberian beta-carotene atau vitamin A dalam bentuk suplemen daripada spesifik menggunakan wortel. Salah satu penelitian membandingkan pengaruh konsumsi 4,5 ons wortel rebus dalam 6 hari seminggu dengan komsumsi makanan lain yang tinggi vitamin A untuk mengatasi rabun senja pada ibu hamil. Hasilnya, semua makanan, baik wortel ataupun makanan tinggi vitamin A lainnya, memiliki dampak positif terhadap kondisi rabun senja. Penelitian tersebut menyatakan konsumsi wortel rebus selama 6 minggu dapat membantu ibu merespon cahaya dengan lebih baik.

Selain itu, kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan beberapa penyakit mata sebagai berikut.

  • Katarak

Katarak merupakan kondisi dimana terdapat awan keputihan di lensa mata, yang mengakibatkan mata menjadi tidak tembus cahaya dan transmisi cahaya ke retina mata menjadi terganggu. Penyebab terjadinya katarak sangat kompleks dan terkait dengan banyak faktor (multifaktor). Beberapa faktor resiko terjadinya katarak yaitu usia lanjut, genetik, faktor lingkungan, kelainan pada proses metabolisme tubuh, penggunaan obat-obatan, dan cedera pada mata. Satu-satunya cara untuk mengatasi katarak adalah dengan melakukan operasi untuk mengangkat lapisan awan pada lensa mata dan menanam implant lensa intraokuler.

  • Macular degeneration

Macular degeneration atau degenerasi makula ditandai dengan perubahan degeneratif pada pusat retina atau yang dikenal dengan makula. Degenarasi makula merupakan penyebab utama menurunnya kemampuan melihat pada lansia. Penyebab degenerasi makula tidak diketahui secara pasti, namun beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin perempuan, dan kebiasaan merokok, memiliki kontribusi terhadap munculnya penyakit ini.

Degenerasi makula terbagi menjadi degenerasi makula kering dan degenerasi makula basah. Pada degenerasi makula kering, terjadi atrofi (pengecilan otot) dan degenerasi pada lapisan retina, namun tidak diikuti oleh masuknya darah atau serum ke dalam retina, sedangkan pada degenerasi makula basah terjadi pembentukan pembuluh darah baru dan terjadi kebocoran cairan ke dalam ruang retina. Treatment pada degenerasi makula adalah dengan menggunakan berbagai terapi laser. Degenerasi makula dapat dicegah dengan menghindari kebiasaan merokok, dan konsumsi suplemen atau makanan tinggi vitamin C, vitamin E, zink, dan beta-carotene.

  • Xerophthalmia

Xerophthalmia merupakan penyakit mata lainnya yang dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Xerophthalmia ditandai dengan mata kering, kelopak mata membengkak, dan perlukaan pada kornea (lapisan bening di depan mata).

Lutein dalam Wortel dapat Melindungi Retina Mata

Wortel juga memiliki kandungan lutein, yaitu zat antioksidan yang penting bagi tubuh. Makanan dengan kandungan tinggi lutein dikenal dapat meningkatkan kepadatan pigmen di makula. Dengan meningkatnya kepadatan pigmen di makula, maka retina mata lebih terlindungi dan menurunkan resiko terkena degenerasi makula.

Kesimpulannya, wortel memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mata, namun mengonsumsi wortel setiap hari tidak akan mengembalikan ketajaman mata menjadi normal. Kelainan pada lensa mata seperti mata minus dan berbagai penyakit mata seperti glaukoma dan katarak, tidak dapat disembuhkan hanya dengan mengonsumsi wortel. Penggunaan kacamata dan tindakan operasi pada mata masih diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut.

Karena kandungannya yang tinggi akan vitamin A dan lutein, wortel merupakan pilihan yang tepat untuk dijadikan snack atau sayur dan dikonsumsi setiap hari. Namun perlu diingat untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Mengonsumsi terlalu banyak wortel tidak akan memberikan manfaat yang lebih besar, dikarenakan tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mengeluarkan kelebihan beta-carotene dan vitamin A ketika sudah memenuhi kapasitas tubuh untuk menyimpannya. Hal ini ditujukan untuk melindungi tubuh dari keracunan vitamin A. Selain itu, jika seseorang mengonsumsi terlalu banyak wortel, kulitnya akan berubah menjadi agak oranye, meskipun tidak menimbulkan gejala lain yang lebih berbahaya. Jadi konsumsilah wortel sewajarnya dan dapatkan manfaat dari vitamin A untuk kesehatan mata.

Related Posts

Leave a Comment