Banyak Mom’s yang Tidak Mengetahui Apa Saja Manfaat Kacang Hijau untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui

by admin
0 comment

Siapa yang tak kenal dengan kacang hijau. Kacang berukuran kecil dan berwarna hijau ini banyak dijual di pasar, warung, atau supermarket terdekat. Kacang hijau atau Vigna radiata merupakan jenis kacang yang termasuk ke dalam suku polong-polongan. Kacang hijau tumbuh subur di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Indonesia, kacang hijau menempati urutan ketiga dalam kacang-kacangan penting dan banyak dikonsumsi, setelah kacang kedelai dan kacang tanah. Biji kacang hijau biasa direbus sampai lunak dan dibuat bubur kacang hijau, dapat juga dihaluskan dan dijadikan isian makanan, seperti onde-onde, roti, bakpau, dan bakpia.

Kacang hijau merupakan sumber protein tinggi dan sumber berbagai mineral penting, serta memiliki kandungan lemak yang tak jenuh. Dalam 100 gram kacang hijau terdapat 23,86 gram protein. Kacang hijau juga mengandung berbagai jenis vitamin, seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B9, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K. Beberapa mineral penting yang terkandung di dalam kacang hijau yaitu kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfat, kalium, dan zink. Kandungan kacang hijau yang tinggi akan nutrisi tersebut menjadikannya sangat bermanfaat untuk dikonsumsi setiap hari.

Salah satu kelompok yang sangat disarankan untuk mengonsumsi kacang hijau adalah ibu hamil dan menyusui. Kacau hijau dikenal sangat baik untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janin, serta baik untuk proses menyusui. Apa saja manfaat kacang hijau untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta bagaimana kacang hijau bisa bermanfaat? Mari kita bahas dalam uraian berikut.

  1. Kacang hijau dapat mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil

Ketika memasuki masa kehamilan, jumlah sel darah merah pada ibu hamil meningkat hingga 25 sampai 33% lebih tinggi dibanding saat tidak hamil. Peningkatan sel darah merah ini sangat penting untuk kebutuhan transportasi oksigen tambahan ke rahim dan janin. Namun, peningkatan sel darah merah ini tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma darah (cairan darah) yang lebih tinggi lagi, sebagai akibat dari perubahan hormonal dan peningkatan penumpukan natrium dan air dalam tubuh ibu. Kondisi tersebut menyebabkan kadar hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah menjadi turun, sehingga ibu hamil sangat rentan mengalami anemia.

Perubahan fisiologis tubuh dikombinasikan dengan kekurangan zat besi pada ibu dapat menjadi penyebab terjadinya anemia. Anemia pada ibu hamil menyebabkan penurunan kapasitas darah untuk menyalurkan oksigen ke organ-organ vital ibu dan janin. Anemia pada awal kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah pada bayi, dan kematian saat persalinan. Sementara itu, anemia pada saat usia kehamilan lengkap (>36 minggu), dapat meningkatkan resiko persalinan pada ibu dan bayi, terutama resiko perdarahan pasca persalinan dan infeksi saat dan pasca persalinan.

Untuk mengatasi dan mencegah anemia selama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi atau dikenal dengan obat penambah darah. Zat besi merupakan zat yang paling penting untuk pembentukan sel darah merah. Pemenuhan kebutuhan zat besi diketahui dapat mengatasi dan mencegah anemia pada ibu hamil. Selain itu, pemenuhan kebutuhan zat besi juga dapat dilengkapi dengan mengonsumsi kacang hijau. Kacang hijau sangat kaya akan zat besi, sehingga konsumsi kacang hijau secara rutin selama masa kehamilan dapat mencegah dan mengatasi anemia, sehingga janin akan tumbuh dengan baik dan sehat.

  • Kacang hijau dapat mengatasi konstipasi saat kehamilan

Pada saat hamil, kadar hormon progesteron dalam tubuh ibu meningkat. Peningkatan kadar progesteron ini dapat menyebabkan penurunan kontraktilitas saluran pencernaan, mengakibatkan pergerakan feses atau sisa makanan di dalam usus besar menjadi lebih lambat, dan menyebabkan penyerapan air dalam usus besar meningkat. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan terjadinya konstipasi atau susah buang air besar. Ukuran rahim yang membesar juga akan menekan usus besar sehingga meningkatkan ketidaknyamanan di perut. Konstipasi tersebut juga diperparah dengan efek samping konsumsi suplemen zat besi dan kalsium, serta kurangnya aktivitas fisik pada ibu hamil, yang juga menyebabkan konstipasi.

Kacang hijau memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat ini bermanfaat untuk menstimulasi pergerakan usus dan melancarkan pencernaan, sehingga konsumsi kacang hijau secara rutin akan membantu melancarkan buang air besar dan mengurangi ketidaknyamanan pada pencernaan ibu. Jangan lupa juga untuk memperbanyak minum air putih minimal 6 – 8 gelas per hari dan melakukan aktivitas fisik, seperti senam hamil dan olah raga ringan lainnya. Asupan cairan yang cukup dan aktivitas fisik dapat membantu melancarkan buang air besar.

  • Kacang hijau dapat melindungi bayi dari kecacatan

Neural tube defect merupakan kelainan bawaan pada sistem saraf pusat yang paling sering terjadi dan menempati posisi kedua kelainan bawaan tersering di dunia. Diperkirakan 0,6 bayi dari 1.000 kelahiran hidup menderita kelainan ini. Neural tube defect merupakan kelainan bawaan serius yang mengenai otak dan tulang belakang, termasuk di dalamnya kondisi ukuran otak yang kecil atau hilangnya sebagian lobus otak (anencephaly), kelainan penonjolan otak dan selaput otak yang keluar dari tulang tengkorak (encephalocele), dan spina bifida.

Kelainan neural tube defect terjadi ketika adanya kesalahan saat perkembangan otak dan sistem saraf pusat bayi. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun faktor-faktor seperti penggunaan obat-obatan saat kehamilan, ibu yang kurang nutrisi, zat kimia, dan faktor genetik dapat mempengaruhi dan berdampak buruk terhadap perkembangan otak dan sistem saraf pusat bayi. Penelitian menunjukkan pemberian asam folat tambahan pada saat sebelum hamil dan awal kehamilan dapat menurunkan resiko terjadinya kelainan neural tube defect hingga 50%.

Kacang hijau merupakan salah satu sumber folat yang baik. Dalam 100 gram kacang hijau terkandung 159 mikrogram folat. Konsumsi makanan tinggi folat seperti kacang hijau dapat memfasilitasi perkembangan otak dan sistem saraf pusat janin dengan baik, sehingga terhindar dari kecacatan, terutama neural tube defect. Namun karena sifat folat yang larut dalam air dan mudah rusak akibat proses pemasakan, disarankan untuk mengolah kacang hijau dengan microwave atau dengan cara di steaming.

  • Kacang hijau dapat meningkatkan kualitas ASI

Kacang hijau merupakan makanan yang baik untuk ibu menyusui. Kacang hijau mengandung protein yang sangat penting untuk proses menyusui. Kandungan asam folat dalam kacang hijau juga dapat meningkatkan produksi dan kualitas dari ASI, serta sangat baik untuk perkembangan kognitif bayi. Selain itu kandungan vitamin B1 dalam kacang hijau juga berperan untuk mengubah karbohidrat menjadi energi, sehingga memelihara suplai ASI agar selalu baik.

Kacang hijau memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Pastikan ibu memasukkan kacang hijau ke dalam makanan harian ya dan dapatkan manfaatnya untuk kesehatan ibu dan janin.

Related Posts

Leave a Comment