Kenali Macam-Macam Penyakit Kulit Akibat Kosmetik Sejak Dini dan Cara Menghindarinya

by admin
0 comment

Macam-macam penyakit kulit akibat kosmetik – Di zaman sekarang penampilan menjadi harga mati bagi kaum wanita untuk bisa tampil lebih maksimal didepan banyak orang. Banyak yang memilih jalan pintas agar dirinya selalu tampak cantik dengan memakai produk kosmetik kecantikan yang ada.

Tanpa disadari, tidak sedikit perempuan terjebak oleh rayuan-rayuan kosmetik kecantikan yang malah beresiko untuk kesehatan kulit mereka. Bukannya menjadi cantik tapi justru mengakibatkan kerusakan pada bagian tubuhnya.

Inilah yang perlu kita khawatirkan, agar kaum perempuan lebih bijak dalam memilih produk kecantikan seperti kosmetik.

Kosmetik yang beredar di luaran sana, banyak sekali yang mempunyai kandungan bahan-bahan kimia, sehingga para dokter dan ahli pun sangat TIDAK menganjurkan pemakaian kosmetik tersebut terlalu sering.

Zat Kimia yang Terkandung Dalam Kosmetik

Berikut beberapa bahan berbahaya yang sering dijumpai pada kosmetik dan produk perawatan kulit lainnya. Bahan berikut adalah bahan sintetik yang sudah terbukti berbahaya bagi kesehatan menurut beberapa penelitian.

  • Sodium Lauryl Sulfate (SLS) and Ammonium Lauryl Sulfate (ALS)
  • Bahan Pengawet Paraben
  • Propylene Glycol
  • Isopropyl Alcohol
  • DEA (Diethanolamine), TEA (Triethanolamine) and MEA (Manoethanolamine)
  • Alumunium
  • Polyethylene Glyeol (PEG)

Kulit muka merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif. Apabila terpapar bahan kimia secara terus menerus, akan berpotensi menimbulkan alergi atau cenderung mengalami macam-macam penyakit kulit akibat kosmetik yang berbahaya.

Macam – Macam Penyakit Kulit Akibat Kosmetik

Seseorang dapat mengalami gangguan kulit akibat penggunaan produk kosmetik. Gejala macam-macam penyakit kulit akibat kosmetik dapat terjadi pada waktu itu juga, beberapa hari, atau bahkan bertahun-tahun setelah penggunaan produk yang sama. Berikut macam-macam penyakit kulit akibat kosmetik pada kulit:

1. Dermatitis Kontak Alergi / Iritan

Gangguan dermatitis kontak iritan, secara langsung akan menyebabkan kerusakan kulit saat menggunakan kosmetik tertentu. Gejala utama yang ditimbulkan dapat berupa kulit terasa gatal, melepuh, memerah, perih, atau lecet.

Sedangkan dermatitis kontak alergi merupakan akibat dari adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Kulit kemerahan, bengkak, dan gatal-gatal adalah gejala-gejala yang dianggap paling umum. Gejala semacam ini dapat terlihat pada leher, wajah, telinga, mata, dan bibir.

Reaksi alergi ataupun iritasi memang jarang dapat dibedakan dengan cepat. Ada kalanya seseorang dapat mengalami kombinasi dari kedua gangguan di atas.

Macam-macam penyakit kulit akibat pemakaian kosmetik ini kebanyakan dipicu oleh kandungan pengawet dan pewangi yang mengakibatkan munculnya gejala, contohnya produk yang mempunyai kandungan asam alfa hidroksi (AHA) melebihi 10 persen.

Kadang-kadang reaksi alergi pada kulit juga dapat berupa warna kulit yang menggelap, muncul komedo, hingga folikulitis.

Reaksi kulit tadi bisa diakibatkan oleh bermacam-macam produk, seperti sampo, sabun, deodoran, makeup, pewarna rambut yang mempunyai kandungan ammonium persulfate (APS) dan p-phenylenediamine (PPD), pemoles kuku, serum, dan krim antikerut retin-A.

Produk yang mengandung tabir surya juga dapat menyebabkan reaksi dermatitis pada sebagian orang yang menggunakannya.

2. Akne Kosmetik

Jerawat adalah suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat, sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Penyumbatan pori-pori biasanya terjadi karena pemakaian kosmetik yang berisi banyak minyak atau pemakaian bedak yang menyatu bersama dengan faoundation.

Foundation yang terdapat pada bedak bisa membuat bubuk bedak gampang menyumbat pori-pori.

Beberapa kosmetik berupa alas bedak, pelembab malam, dan tabir surya dapat bersifat komedogenik karena mengandung bahan-bahan seperti: lanolin, minyak kelapa, minyak wijen, minyak kacang, petrolatum, propilen, glikol, miristispropionat, miristat, isotrearil, neopentoat.

3. Fotosensitivitas

Reaksi Fotosensitivitas akan timbul bila terpapar sinar matahari. Pemakaian ini tidak akan terjadi bila tidak terkena sinar matahari. Ini dapat disebabkan karena pemakaian parfum, tabir surya, atau cat rambut.

Selain itu, dapat pula terjadi setelah menggunakan antibiotik, obat penenang, dan antidiuretik. Kelainan yang timbul dapat berupa peradangan, kemerahan, dan hiperpigmentasi.

Ada 2 bentuk reaksi fotosensitivitas yaitu:

– Reaksi Foto Toksis

Dapat terjadi pada semua pemakai, disebabkan karena terpapar sinar matahari yang besar atau bahan Fotoreaktif. Bahan Foto Toksis dalam kosmetik antara lain furosomarin dan tar, yang terdapat pada parfum dan lipstik.

– Reaksi Foto Alergi

Reaksi ini jarang terjadi pada penderita yang sensitif, timbul lambat beberapa hari atau minggu setelah terpapar sinar matahari. Reaksi Foto Alergi masih dapat berlangsung lama, meskioun bahan penyebab sudah dihindari.

Bahan kosmetik mengandung bahan fotosensitier misalnya fragranse pada aftersave PABA pada tabir surya.

4. Perubahan Pigmentasi

Perubahan warna kulit, kuku, dan rambut dapat terjadi akibat pemakaian kosmetik.

Kelainan ini sebenarnya merupakan akibat reaksi kontak alergi sinar karena parfum atau zat warna yang terkandung dalam kosmetik.

Perubahan warna yang terjadi dapat berupa:

  • Hiperpigmentasi: Manifestasinya berupa bercak yang difus/retikuler kecoklatan, hitam, atau biru tua.
  • Depigmentasi: Berupa bercak yang kecoklatan atu putih.

Bahan yang bisa menyebabkan kelainan pigmen antara lain:

  • Warna Coklat pada Kuku: Formaldehid, resosinol.
  • Hiperpigmentasi Kulit: Petrolatum, Triclorcarbon, catcoaltar, minyak, kenanga, lavender, yasmin, sandalwood.
  • Depigmentasi: Hidrokinon, monobenzen, cinamat.

5. Urtikaria Kontak

Timbul Urtika (biduren) yang merah dan terasa gatal panas setelah pemakaian kosmetik. Reaksi ini dapat terjadi akibat pemakaian deodoran, cat kuku, parfum, pemerah pipi, sampo, pasta gigi, pengeriting, spray, dan cat rambut.

Tips Sederhana Untuk Menghindari Macam-Macam Penyakit Kulit Akibat Kosmetik

Macam-macam penyakit kulit akibat kosmetik biasanya bisa mereda dengan sendirinya. Namun agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan, ada baiknya menghindari dan mencegah produk kecantikan yang dinilai berisiko dengan cara-cara berikut.

  • Krim hydrocortisone yang dijual bebas, bisa menolong anda dalam meredakan peradangan. Tetapi jangan menggunakannya ke wajah tanpa mengonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter.
  • Hentikan pemakaian produk yang dicurigai sebagai penyebab gangguan kulit.
  • Pilih produk yang bahan baku kimianya paling sedikit untuk mencegah reaksi alergi.
  • Untuk meminimalisir risiko saat memakai parfum, aplikasikan pada pakaian dan bukan pada kulit. Untuk lebih aman, utamakan produk-produk yang tidak mempunyai kandungan bahan pewangi.
  • Produk yang mempunyai label tidak menyebabkan iritasi, hipoalergenik, dan lulus uji tes sensitivitas belum bisa menjamin bahwa produk itu memang tidak menyebabkan penyakit kulit.
  • Biasanya produk yang berbahan dasar cair berisi bahan pengawet, misalnya imidazolidinyl urea, phenoxyethanol, parabens, Quaternium-15, DMDM hydantoin, methylchloroisothiazolinone, dan formaldehyde.
  • Pakailah perawatan wajah yang alami seperti memakai masker buah untuk menghilangkan semua penyakit yang ada di wajah.
  • Biasakan untuk mencuci kulit dulu sebelum memakai perlengkapan kosmetik dan jangan sekali-kali meminjamkan make-up kepada orang lain.
  • Tutup rapat kotak atau tempat kosmetik anda, lalu simpan ditempat yang besih, tidak terkena sinar matahari secara langsung, dan juga ditempat yang tidak lembab untuk menjauhi pertumbuhan jamur.
  • Bersihkan terlebih dahulu wajah sesaat sebelum memakai make-up.
  • Ganti selalu alat make-up tiap 3-6 bulan sekali dan cuci setiap minggunya supaya tetap bersih.

Produk yang dianggap aman untuk digunakan pada satu orang belum tentu dapat bereaksi sama pada orang lain. Jika merasa ragu-ragu, coba lakukan pengetesan dengan mengoleskan produk tersebut pada salah satu bagian kecil tubuh, seperti pada bagian dalam lipatan siku.

Tunggu 2-3 hari guna memastikan reaksinya pada kulit. Hentikan bila kulit terasa bengkak, gatal, memerah, atau melepuh.

Apabila gejala alergi tidak juga hilang, maka sebaiknya anda segera memeriksanya kedokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Menangani Macam-Macam Penyakit Kulit Akibat Kosmetik

Jika anda sudah mengalami penyakit alergi pada kulit wajah anda, anda dapat melakukan hal berikut :

1. Dengan Mentimun

Cara pertama yang dapat anda gunakan untuk menghindari penyakit kulit akibat kosmetik adalah dengan mentimun. Mentimun ini merupakan buah atau sayuran yang juga didalamnya memiliki kandungan air yang juga sangat banyak.

Dengan demikian mentimun juga dapat meringankan dan secara perlahan menyembuhkan iritasi pada kulit. Mentimun juga bisa memberikan efek mendinginkan dan melembabkan sehingga membuat kulit menjadi jauh lebih nyaman.

2. Gel Lidah Buaya

Cara berikutnya yakni dengan menggunakan gel lidah buaya. Kita juga tentu akan bisa tahu mengenai manfaat dari lidah buaya untuk kesehatan serta kecantikan kulit anda.

Lidah buaya sendiri juga memiliki efek melembabkan dan mendinginkan sehingga akan sangat baik untuk mengatasi masalah iritasi pada kulit. Coba anda oleskan gel lidah buaya pada kulit yang mengalami iritasi.

3. Madu

Tak perlu ditanyakan lagi tentang khasiat madu. Madu memang didalamnya juga memiliki banyak sekali manfaat dalam dunia kesehatan. Ketika anda mengalami masalah penyakit kulit karena kosmetik juga dapat segera mengoleskan madu dan dapat mengatasi berbagai masalah kulit salah satunya yaitu iritasi pada kulit.

Oleskan madu pada kulit yang iritasi atau anda juga bisa campurkan dengan masker dari mentimun.

4. Minyak Zaitun

Sudah dari dulu minyak zaitun dijadikan sebagai salah satu bahan alami untuk perawatan kulit. Minyak zaitun ini tak hanya dapat mencerahkan kulit dan mengatasi masalah bintik hitam pada kulit. Akan tetapi minyak zaitun juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah penyakit kulit akibat kosmetik.

Langsung saja oleskan pada area wajah anda yang terkena penyakit kulit akibat kosmetik dan nantinya akan mengatasi radang serta memberikan efek dingin pada kulit anda.

5. Baking Soda

Baking soda memang kerap menjadi andalan orang untuk mengatasi masalah kulit yang iritasi. Caranya juga mudah. anda bisa campurkan baking soda dengan sedikit air sampai menjadi pasta.

Selanjutnya cara hindari penyakit kulit akibat kosmetik yaitu dioleskan secara merata pada area kulit anda. Kalau anda lakukan secara rutin dijamin nantinya masalah kulit anda akan teratasi dengan sebaik mungkin.

6. Susu Segar

Cara hindari penyakit kulit akibat kosmetik selanjutnya yang juga dapat anda gunakan adalah untuk mencerahkan dan melembabkan kulit.

Nantinya susu segar mengandung asam dan hidroxy yang akan membuat sel kulit anda mati dan mengelupas. Kemudian nanti akan diganti dengan sel kulit anda yang baru dan lebih sehat tentunya.

7. Sari Apel

Bahan alami yang satu ini juga menjadi salah satu cara hindari penyakit kulit akibat kosmetik yang anda dapat coba gunakan. Sari apel dapat anda gunakan untuk mengatasi masalah kulit yang mengalami iritasi karena kosmetik.

Caranya yaitu dengan anda oleskan sari apel pada kulit yang iritasi dengan bantuan kapas. Kemudian anda oleskan setiap hari sampai iritasi pada kulit anda sembuh.

8. Kompres dengan Air Dingin

Ketika kulit anda beresiko terserang penyakit kulit karena kosmetik yang anda gunakan, sekarang dapat anda atasi dengan mengompres air dingin. Dengan mengompres menggunakan air dingin akan dapat membantu mengempiskan pembengkakan dan meredakan rasa nyeri dan juga gatal pada kulit.

Anda juga bisa gunakan kain atau handuk yang bersih untuk mengompres kulit anda.

Tips Memilih Kosmetik Yang Aman

Berbagai jenis kosmetik menjadi produk yang digemari wanita. Mulai dari kosmetik yang bermanfaat untuk membersihkan wajah, mencearahkan, hingga serum vitamin untuk wajah.

Keinginan untuk tampil lebih baik sering menjebak seseorang untuk memakai kosmetik yang belum diketahui keamanannya. Berikut beberapa tips menentukan kosmetik yang aman digunakan.

1. Terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

Kosmeti yang aman tentunya telah terdaftar di BPOM. Para produsen kosmetik harus menjalani beberapa prosedur sampai produk tersebut terbukti keamanannya, lalu produk tersebut memperoleh nomor register dari BPOM.

Teknologi saat ini sudah sangat pesat, sehingga banyak pemalsuan produk yang tidak mudah untuk dapat membedakan yang asli dengan yang palsu. Oleh sebab itu, belilah kosmetik di gerai resmi atau tempat yang terjamin keaslian produknya.

2. Menggunakan Kosmetik yang Sesuai Usia

Tips memilih kosmetik yang aman berikutnya adalah memakai kosmetik sesuai dengan umur yang dianjurkan. Remaja yang berusia belasan tahun pasti belum memerlukan cream antikerut yang dibuat untuk perempuan yang berusia diatas 40 tahun.

3. Pertimbangkan Harga dan Manfaat Produk

Jangan terlalu terburu-buru saat membeli kosmetik yang harganya murah. Produk berkualitas memerlukan bahan baku yang berkualitas pula.

4. Produk yang Bagus Biasanya Tidak Memberikan Hasil yang Instan

Mendapatkan kulit wajah yang indah dan sehat tidak bisa dalam waktu yang singkat. Produk yang memberikan hasil instan bisa kita curigai keamanannya, bisa jadi bahan baku yang dipakai dalam pembuatan kosmetik itu terlalu tinggi kadarnya.

Atau bahan yang dipakai jelas-jelas dilarang sebagai bahan baku kosmetik. Bahan-bahan tersebut bisa membuat kulit nampak cantik dalam waktu yang singkat, tapi memiliki efek samping jangka panjang yang sangat merugikan.

Sekian . . .

Kulit yang cantik sebenarnya adalah kulit yang sehat. Oleh sebab itu, untuk mempercantik kulit memang seharusnya dengan jalan memelihara kesehatan kulit terlebih dahulu.

Kulit yang sehat ialah kulit yang mempunyai fungsi normal, serta tanpa kelainan dan penyakit. Secara klinis, kulit sehat akan tampak tidak pucat, bersinar, cerah, halus bila diraba, kencang, lembab, serta bersih.

Related Posts

Leave a Comment