Ternyata Banyak yang Belum Mengetahui Apa Saja Manfaat, Khasiat, & Kegunaan Jeruk Nipis untuk Diet

by admin
0 comment

Jeruk nipis sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. Jeruk dengan warna hijau atau kekuningan ini memiliki rasa yang masam dan segar, serta sering digunakan dalam berbagai sajian makanan dan minuman.

Jeruk nipis atau yang memiliki nama latin Citrus aurantifolia merupakan tanaman buah yang berasal dari Indonesia dan tersebar di seluruh Asia dan Amerika Tengah. Jeruk nipis memiliki bentuk yang bulat atau bulat telur dengan diameter buah sepanjang 3 – 6 cm, kulit buahnya tipis, dan daging buahnya berwarna putih kehijauan. Buah jeruk nipis memiliki kandungan air yang tinggi yaitu sekitar 88%, mengandung karbohidrat sebesar 10%, dan protein kurang dari 1%. Jeruk nipis memiliki kandungan vitamin C yang tinggi yaitu sekitar 29,1 mg dalam setiap 100 gram jeruk nipis. Selain itu, jeruk nipis juga mengandung vitamin B, seperti B1, B2, B3, B5, B6, dan B9, serta kandungan mineral penting seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfat, kalium, dan natrium. Karena kandungannya tersebut, jeruk nipis banyak digunakan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan tubuh.

Selain digunakan untuk sajian makanan dan minuman, serta untuk memelihara kesehatan tubuh, jeruk nipis juga bermanfaat untuk program diet dan penurunan berat badan. Siapa saja yang memerlukan diet penurunan berat badan dan bagaimana manfaat jeruk nipis untuk diet? Mari kita bahas dalam penjelasan berikut ini.

Berat badan yang normal merupakan salah satu bentuk pemeliharaan kesehatan yang baik. Berat badan normal diartikan ketika kita memiliki Indeks Masa Tubuh (IMT) lebih dari 18 dan kurang dari 25. Indeks Masa Tubuh (IMT) dapat dihitung dengan cara membagi berat badan dalam kg dengan kuadrat dari tinggi badan dalam meter (BB / TB²).

Berat badan berlebih dan obesitas merupakan dua hal yang berbeda dan keduanya merupakan tanda kelebihan nutrisi yang tidak baik untuk kesehatan. Berat badan berlebih atau overweight adalah kondisi dimana nilai IMT ≥25, dan biasanya berkaitan dengan kelebihan berat badan namun tidak selalu akibat kelebihan lemak tubuh. Otot, tulang, lemak, dan air dapat berkontribusi terhadap berat badan. Sementara itu, obesitas merupakan kondisi dimana seseorang memiliki IMT ≥30, dan ditandai dengan kelebihan penumpukan lemak pada tubuh.

Kelebihan berat badan dan obesitas terjadi ketika asupan kalori melebihi banyaknya kalori yang digunakan. Kelebihan berat badan dan obesitas dapat disebabkan oleh interaksi antara faktor lingkungan yang obesogenik, perilaku, dan genetik.

Faktor lingkungan obesogenik merupakan kondisi lingkungan yang mendorong konsumsi energi dan menghambat penggunaan energi. Yang termasuk ke dalam faktor obesogenik yaitu tersedia dan terjangkaunya makanan tinggi kalori dengan porsi besar, peningkatan konsumsi minuman bersoda dan snack, seringnya makan di luar rumah, semakin banyaknya porsi sajian makanan di restoran, penggunaan remote control dan kendaraan bermotor, dan peningkatan aktivitas sedenter seperti menonton televisi, bermain video games, dan duduk di depan komputer.

Sementara itu faktor genetik atau keturunan akan mempengaruhi bagaimana respon seseorang terhadap perubahan asupan kalori dan mempengaruhi kecepatan metabolisme seseorang, sehingga sangat menentukan apakah seseorang lebih rentan mengalami penurunan atau penambahan berat badan. Selain itu, faktor genetik juga dapat menyebabkan perbedaan penurunan berat badan pada dua orang yang berbeda dengan pembatasan makanan yang sama. Interaksi antara faktor genetik dan lingkungan akan menimbulkan kondisi kelebihan berat badan dan obesitas.

Baik orang dengan kelebihan berat badan ataupun obesitas diharuskan untuk melakukan diet penurunan berat badan sebagai upaya meningkatkan kesehatannya. Karena jika kondisi obesitas dibiarkan maka akan meningkatkan resiko kematian dan kesakitan. Obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diabetes, hiperlipidemia, penyakit hati, obstructive sleep apnea, GERD, penyakit tulang belakang, osteoartritis, dan meningkatkan resiko kanker tertentu.

Pembatasan kalori atau diet pada orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas bertujuan untuk menurunkan berat badan hingga mencapai IMT normal dan tetap dalam rentang normal secara permanen. Penurunan berat badan yang normal adalah 1 – 2 pon atau 0,45 – 0,9 kg perminggu. Penurunan berat badan drastis melebihi rentang tersebut merupakan penurunan berat badan yang tidak sehat dan berpotensi menyebabkan dampak negatif bagi tubuh.

Diet untuk kelebihan berat badan dan obesitas dilakukan dengan mengurangi asupan kalori sebanyak 500 – 1000 kalori/ hari. Diet dengan karbohidrat rendah dapat menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Selain itu, diet perlu dibarengi dengan olah raga atau aktivitas fisik. Disarankan untuk melakukan olah raga 5 – 7 hari per minggu dengan durasi 30 menit. Jenis olah raga yang disarankan adalah aerobik dengan intensitas sedang, seperti berjalan, bersepeda, dan berenang.

Diet dan olah raga tersebut juga dapat dioptimalkan dengan mengonsumsi jeruk nipis. Jeruk nipis dapat memberikan beberapa manfaat yang dapat mendukung keberhasilan diet penurunan berat badan. Beberapa manfaat tersebut di antaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Jeruk nipis dapat melancarkan pencernaan

Meminum air jeruk nipis dapat melancarkan pencernaan. Jeruk nipis bersifat asam, sehingga dapat membantu saliva untuk memecah makanan, sehingga memudahkan tubuh untuk mencerna makanan tersebut. Selain itu, kandungan flavonoid dalam jeruk lemon dapat menstimulasi enzim-enzim pencernaan sehingga proses pencernaan dan penyerapan makanan menjadi lebih maksimal.

  • Jeruk nipis dapat meningkatkan metabolisme

Manfaat lainnya dari mengonsumsi air jeruk nipis adalah dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan metabolisme tubuh. Aktivitas metabolisme memerlukan energi untuk menjalankan prosesnya, sehingga aktivitas metabolisme yang meningkat menyebabkan penggunaan energi dari makanan juga meningkat dan mencegah penyimpanan energi dalam bentuk lemak.

  • Jeruk nipis dapat membantu membakar kalori

Jeruk nipis juga dapat membantu membakar kalori dari makanan. Jeruk nipis akan meningkatkan metabolisme tubuh, serta menstimulasi pemecahan dan menggunaan lemak tubuh. Dengan mengonsumsi air jeruk secara rutin, maka penumpukkan lemak berlebih di dalam tubuh akan semakin berkurang dan berat badan tubuh akan menurun.

  • Jeruk nipis dapat membuat kita merasa lebih kenyang

Manfaat jeruk nipis untuk diet dan penurunan berat badan selanjutnya adalah kemampuannya untuk membuat kita merasa lebih kenyang. Dengan kondisi perut yang lebih kenyang, maka asupan makanan harian pun akan berkurang dan memenuhi pembatasan kalori harian yaitu mengurangi 500 – 1000 kalori/ hari.

Untuk mendapatkan manfaat jeruk nipis untuk diet dan penurunan berat badan, Anda dapat mengonsumsi air jeruk nipis secara rutin. Cara membuatnya yaitu dengan mencampurkan 2 sendok teh air perasan jeruk nipis dengan segelas air putih hangat. Konsumsi air jeruk nipis ini setiap hari pada saat bangun tidur pertama kali secara rutin. Jangan lupa untuk berkumur setelah mengonsumsi air jeruk nipis, karena kondisi asam dari air jeruk nipis dapat melunakan enamel gigi dan membuatnya rusak. Selain itu, perbanyak juga konsumsi air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan harian dan mencegah dehidrasi.

Related Posts

Leave a Comment